Gubernur Copot Pejabat, Siapa yang Sakit Gigi?

10 June 2019 21:51
Gubernur Copot Pejabat, Siapa yang Sakit Gigi?
Usdar Nawawi

 

BugisPos — Sungguh mati, rasa-rasanya hidup dan kehidupan kita di Sulsel lumayan aneh. Entah diakibatkan virus jenis apa dan seperti apa.

Coba saja bayangkan, gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada hampir setiap langkahnya membenahi organisasi perangkat daerah (OPD), dibully dengan segala rupa kalimat dan cemohan yang membuat merah telinga.

Setiap Nurdin Abdullah mengatakan sesuatu untuk tujuan perbaikan di lingkup pemerintahan, dia selalu saja diberondong makian.

Seolah-olah Nurdin Abdullah tak pernah benar. Yang benar hanyalah mereka yang memaki-maki itu.

Yang benar hanyalah mereka yang selama ini memang tak pernah merasa senang atas naiknya Prof Andalan memimpin Sulsel.

Tatkala gubernur mencopot Kepala Inspektorat Sulsel tadi pagi, Nurdin Abdullah kembali dipersalahkan oleh segelintir orang.

Padahal Nurdin Abdullah punya alasan kuat untuk melakukannya.

Pejabat yang suka menjelekkan institusinya sendiri ke publik apalagi dengan kalimat-kalimat hoax, sesungguhnya betapa memalukan, dan bahkan membahayakan bagi jalannya manajemen pemerintahan.

Kalau kemudian gubernur bersikap, salahkah Nurdin Abdullah? Dan yang lebih menyedihkan, Sebab lain yang dicopot lain pula yang sakit gigi.

Gubernur mengganti pejabatnya, itu adalah hak prerogativnya Gubrnur. Dia owner yang paham siapa yang bisa diajak bersama membangun Sulsel dan siapa yang tidak.

Soal omongan Ombudsman yang menyesali mengapa gubernur mengancam pejabatnya. Itu adalah pernyataan yang keliru pula.

Harus bisa dibedakan yang mana mengancam yang mana mewanti-wanti.

Seorang pemimpin daerah bila diperlukan sah-sah saja bila dia mewanti-wanti pejabatnya untuk tidak membuat kesalahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Manajamen pemerintahan kita ini kan sudah lengkap. Yang merasa tak terima dicopot dari jabatannya, gunakan saja jalur hukum ke Pengadilan TUN.

Itu konstitusional dibanding menyanyi di luar dengan irama tak karuan yang membingungkan orang.

Kita semua mestinya selalu percaya, bahwa tidak akan ada asap kalau tidak ada api.

Bahwa gubernur Nurdin Abdullah yang bertindak sebagai pemimpin pemerintahan, dipastikan punya data, dasar, dan segala pertimbangan yang matang.

Tidak mungkin mencopot pejabat begitu saja tanpa dasar yang kuat.

Kita juga mesti mahfum, bahwa gaya kepemimpinan tiap gubernur pasti berbeda antara satu dengan lain.

Gubernur Nurdin Abdullah yang berlatar dosen, menjadi hal wajar bila dia marah ke bawahannya.

Seorang dosen yang memarahi mahasiswanya itu hal biasa saja, tak perlu ada yang sakit gigi segala.

Oleh : Usdar Nawawi

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya