HTTP Status[404] Errno [0]

Iqbal Suhaeb dan Nafsu

19 June 2019 12:17
Iqbal Suhaeb dan Nafsu
Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Menarik sekali apa yang diungkapkan Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb, saat Safari Ramadan di Masjid Darul Mubaraqah Rappokalling, Tallo, Jumat 31 Mei 2019.

Iqbal Suhaeb yang didaulat berbicara di atas mimbar mengatakan, agar manusia mampu menahan nafsu, dan mesti mengetahui hak dan kewajiban dalam bermasyarakat.

Ucapan Iqbal Suhaeb yang dikutip dari salah satu hadis nabi ini, mengingatkan agar masyarakat dalam kehidupan di atas bumi ini diwajibkan untuk selalu menahan nafsu, dan menjaga batas-batas kewajaran silaturahmi. Termasuk di dalamnya nafsu untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Bicara tentang nafsu, tentu saja bukan hanya sebatas dalam soal nafsu membuang sampah sembarangan, tetapi lebih luas dari itu, terkait dengan tetek-bengek kepentingan yang bersangkut-paut dengan kehidupan di kota di Makassar ini.

Bahwa di kota ini sesungguhnya begitu banyak orang yang ternyata tak mampu menahan nafsu dengan baik. Begitu banyak warga yang kecolongan lupa menahan nafsu dalam hal kepentingan atau urusan tertentu.

Contoh kecil saat berkendara, naik motot atau nyetir mobil, saat macet di persimpangan. Maklum tak ada Polisi lalu lintas, aparat Dishub, dan lampu lalu lintas mati pula.

Maka disitulah terlihat banyak pengendara atau pengemudi yang sungguh nafsu. Nafsu loncat duluan tapi malah terjebak dengan kendaraan lain. Jadilah setumpuk kendaraan terkunci tak bisa bergerak di tengah persimpangan.

Malah kadang kemacetan di tempat itu bisa diatasi, bila datang Pak Ogah membantu mengatur lalu lintas. Pak Ogah ini cuma berharap cepe’ dari pengemudi. Tak dikasi juga tak apa, tapi muka asam. Belum lagi dia dikejar-kejar aparat Dishub lalu digunduli.

Soal yang lain lagi, contohnya bangunan rumah atau gedung. Aturannya tentu mesti sesuai garis sempadan. Tidak boleh lewat. Tetap banyak pula yang nafsu sekali membangun rumah sampai di atas selokan. Bahkan ada yang luar biasa nafsu bikin tembok rumah atau gedung di atas median jalan.

Kalau petugas Dinas Penataan Ruang yang datang menegur, alasannya macam-macamlah. Bahkan sejumlah nama dia sebut-sebut, mulai komandan preman, wartawan, LSM, pejabat pemerintah, bahkan kadang tak sungkan-sungkan menjual nama walikota. Itu agar bangunan mereka tak dibongkar.

Nafsu untuk dapat jabatan lain lagi ceritanya. Kebanyakan dari mereka ini paling getol cari-cari muka, atau sibuk cari matcomblang. Dimana-mana ada walikota, bupati, atau gubernur, dia juga mesti ada disitu, setor muka sambil cengar-cengir.

Saking nafsunya mengejar jabatan, main suap bukan halangan. Jual kebun mertua di kampung tak masalah. Yang penting dapat jabatan. Karena jabatan itu memberi peluang meningkatkan pendapatan. Membuat sejahtera. Yang repot kalau sampai tersandung kasus korupsi, lalu masuk penjara. Ya itu tadi, karena nafsu. Nauzubillah

Bahwa apa yang diungkapkan Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb, sungguh benar adanya. Janganlah terlalu nafsu dalam hidup ini. Jagalah batas-batas kewajaran dalam bermasyarakat ataupun dalam berkarier. Yang wajar-wajar sajalah, dengan nafsu yang terkendali ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya