HTTP Status[404] Errno [0]

Soal Delapan Pejabat Pemprov Terancam Dicopot

21 June 2019 01:38
Soal Delapan Pejabat Pemprov Terancam Dicopot
Usdar Nawawi

BugisPos — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Inspektorat Sulsel Salim AR tiba-tiba saja bikin kejutan. Tidak tanggung-tanggung, delapan pejabat diusulkan ke gubernur untuk dicopot dari jabatan mereka.

Mereka itu adalah kepala OPD Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga, Dinas Perumahan, Dinas PSDA, Dinas Pendidikan, Sekretaris Dewan, dan Karo Umum Pemprov Sulsel.

Salim AB berkicau di media, mereka ini disebutnya sebagai sedang dalam pantauan KPK. Kata Salim, kasus yang melilit mereka berkutat di soal baiya perjalanan dinas.

Apa mereka ini memanipulasi dana perjalanan dinas? Entahlah, soalnya Salim tak merinci seperti apa kasus mereka itu terkait uang perjajanan dinas.

Soal Karo Umum lebih parah lagi. Di biro ini muncul temuan pengelolaan anggaran tahun 2018 yang bermasalah.
Gubernur Nurdin Abdullah ternyata dengan enteng merespon usulan Inspektorat. Gubernur bilang, bila itu usulan Inspektorat, maka garus segera ditindak lanjuti. Artinya, gubernur siap-siap mencopot dari delapan pimpinan OPD tersebut.

Yang masalah kenudian, ya pastilah banyak lagi yang sakit gigi. Kalau bukan yang dicopot itu yang menyanyi kiri-kanan nantinya, ya pastilah orang-orang pendukung mereka yang berkoar-koar.
Mereka itu juga pintar-pintar mencari alasan.

Bahkan diyakini akan ada yang mengaku-ngaku pengamat, lalu memborbardir gubernur pada saatnya nanti dilakukan pencopotan.

Bila yang lalu pada pencopotan Jumras, luar biasa pihak-pihak yang membelanya. Macam-macam alasannya sehingga mereka menyimpulkan bila gubernur yang salah. Bahkan mereka bilang Nurdin Abdullah ini preman kampung masuk kota.

Tudingan dengan bahasa yang sangat jauh dari aroma budaya sipakatau sipakalebbi sipamali siparappe simmaling-malingi.

Begitu juga yang membela Kepala Inspektorat yang dicopot. Nyanyiannya luar biasa nyaring. Sama nyaringnya kicau pembela Jumras. Hanya saja Kepala Inspektorat Lutfi Natsir tak mempersoalkan pencopotan dirinya.

Lutfi malah bilang, ini sudah jalannya.
Beda dengan Jumras. Malah dia pakai pengacara lapor ke Mendagri, agar dia bisa dikembalikan ke jabatannya. Anehnya, dia tak menempuh jalur hukum ke PTUN. Padahal negara sudah menyediakan jalur konstitusional bila tak terima dirinya dicopot.

Ya itu tadi, baru dua yang dicopot ributnya bukan kepalang. Apalagi nantinya bila ke enam orang itu dicopot, bisa jadi ributnya kedengaran sampai di langit ke tujuh.

Bahwa jabatan itu adalah rezeki. Dan rezeki adalah rahasia Tuhan.
Gubernur yang mencopot jabatan seseorang sesungguhnya hal itu sudah garis tangan. Sudah jalannya kata Lutfi.

Artinya, bila Tuhan tak menghendaki maka ke enam pejabat yang diusul Inspektorat itu yakin tak akan dicopot. Tapi bila sudah takdirnya maka pastilah mereka itu pada saatnya akan dicopot.
Kematian, kelahiran, jodoh dan rezeki, semua itu adalah rahasia Tuhan.

Intropeksi diri, merenung, adalah hal yang sepatutnya bagi ke enam pejabat ini. Dan tentunya kita semua berharap ke depan mereka ini akan berkinerja yang lebih baik demi bangsa dan negara ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya