Siapa Bilang Gubernur dan Wagub Pecah Kongsi?

22 June 2019 11:57
Siapa Bilang Gubernur dan Wagub  Pecah Kongsi?
Usdar Nawawi

 

BugisPos — Kabar tak sedap belakangan ini semakin beredar kencang, Diterbangkan kemana-mana.Kabar yang dihembus-hembuskan orang bahwa pasangan Prof Andalan, pasangan gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, sudah pecah kongsi. Sudah tak sejalan. Cekcok. Dan segala rupa istilah lainnya yang tak elok.

Bahkan ada yang meniup-niupkan info tak enak, bahwa pada beberapa pelantikan pejabat yang lalu, baik itu di level eselon II, maupun di tingkatan eselon III dan IV, gubernur dan wagub rebutan mengkapling pejabat baru.

Kabar yang sengaja dibesar-besarkan, dipoles-poles, ataupun dibumbu-bumbui secara berlebihan, mebuat masyarakat pada bertanya-tanya, apa maksud dan tujuan orang-orang tertentu itu membentur-benturkan Nurdin Abdullah dengan Andi Sudirman Sulaiman?

Apakah mereka itu berkehendak agar pembangunan di Sulsel ini gagal, lantaran gubernur dan wagub hanya punya waktu untuk bertikai?

Semestinya, setelah Pilgub Sulsel selesai sejak tahun 2018 lalu, semua pihak kembali bersatu demi kemajuan Sulsel ke depan. Bukan sebaliknya, dengan leluasa membangin opini negatif, membentur-benturkan Prof Andalan biar puyeng tujuh keliling.

Menulis narasi panjang bersambung-sambung, yang pada akhirnya membuat sebagian besar orang pada merasa mual-mual padahal tidak ngidam.

Bangunan opini yang menyudutkan pasangan Prof Andalan ini, ternyata banyak dibaca orang-orang cerdas, orang setengah cerdas bahkan dari kalangan yang tak cerdas.

Faktanya, kebanyakan dari mereka tak setuju pemimpi mereka dibikin seperti itu, seakan-akan dibikin perkedel saja.
Mereka bilang, kasilah kesempatan Prof Andalan membangun Sulsel.

Apalagi Prof Anadalan sudah berjanji tiga tahun ke depan hasil kerjanya sudah bisa dilihat dan dinikmati. Tak usah tunggu lima tahun, terlalu lama.

Bahwa untuk mengagalkan program Prof Andalan sebagai janji politiknya, salah satu cara terbaik dilakukan, ialah membentur-benturkan antara Nurdin Abdullah dengan Andi Sudirman Sulaiman. Padahal selama ini keduanya akur-akur saja.

Keduanya toh saling sinergi. Keduanya tak membangun panggung sendiri-sendiri. Keduanya hanya membangun satu panggung, panggung pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat Sulsel.

Nurdin Abdullah selalu bilang, semua keputusan di Pemprov Sulsel adalah keputusan berdua.

Gubernur dan wagub selalu duduk bersama, sepakat bersama. Bila ada silang pendapat, diselesaikan dengan musyawarah berdua.

Tatkala pelantikan pejabat eselon III dan IV yang dilakukan wagub, yang kemudian bersoal. Setelah pusat turun tangan, akhirnya wagub sendiri yang melantik.

Bukan gubernur. Bahkan Nurdin Abdullah bilang, bukan wagub yang salah, tetapi adalah prosesnya. Nurdin Abdullah begitu santun pada wakilnya, itu dalam rangka menjaga kebersamaan.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman kepada penulis bilang, pusing juga melihat segelintir orang yang begitu rajin membentur-benturkan dirinya dengan gubernur.

Padahal keduanya baik-baik saja, Kalau bukan ketemu di rapat, pasti baku telepon, terutama bila gubernur minta diwakili oleh wagub untuk suatu acara.

Ketika Jumras mau dicopot, gubernur telah membicarakannya dengan wagub. Keduanya akur-akur saja.

Hanya segelinti r orang luar yang selalu gatal mengopinikan perseteruan. Boleh jadi itulah yang dimaksud gubernur sebagai hoax yang merajalela baik di iternal maupun di eksternal.

Tujuannya satu, ialah agar pekemimpinan Prof Andalan tak disukai rakyat. Biarkan gagal memenuhi janji politiknya. Tapi mereka lupa, bahwa rakyat sudah semakin cerdas. Sudah tak bisa dibodohi. Tak bisa lagi dibohongi.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman sedih atas ulah segelintir orang itu. Padahal dia tak bisa tenang, dia selalu gelisah untuk sukses memenuhi janji politiknya di masa kampanye yang lalu.

Janji itu berupa 5 program, yakni 1.Bantuan permodalan, teknologi dan skil untuk mendukung hilirisasi pertanian dan perikanan ; 2.Rumah Sakit Regional di 6 wilayah dan Ambulans Siaga ; 3.Birokrasi Anti Korupsi dan Masyarakat Madani ; 4.Destinasi Wisata Andalan berkualitas Internasional ; 5.Pembangunan infrastruktur yang menjangkau masyarakat desa terpencil.

Janji politik ini sudah sedang dikerja. Sarana jalan penghubung digenjut luar biasa, baik di utara, tengah, dan selatan Sulsel. Dana infrastruktur juga sudah sebagian dibagikan ke kabupaten/kota.

Belum lagi kesibukan gubernur melanglang buana ke mancanegara mencari investor. Semua itu demi kemajuan Sulsel, yang tentunya nanti bisa dinilai di tahun ke tiga. Bukan di tahun pertama. Hanya orang sinting yang bisa teriak mencari hasil di awal pekerjaan.

Ibarat majikan tolol yang memarahi pembantu sebab perabot dapur yang sedang dicuci masih banyak yang kotor. Ya pastilah masih kotor sebab masih sementara dicuci.

Tunggulah usai dicuci baru lihat hasil cucinya seperti apa. Si majikan ini agaknya sama saja dengan segelintir pengamat yang kegatalan menilai hasil di awal pekerjaan. Bahhh !!!

Itulah yang dialami Prof Andalan. Tetapi prinsipnya, biarkan anjing menggongong, kafila tetap berjalan. Prof Andalan tetap solid, enjoy, dan akur-akur saja . Siapa bilang keduanya pecah kongsi? ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya