Cerita Tentang Tokka

02 July 2019 20:20
Cerita Tentang Tokka
Danny Pomanto berselfie diatas lahan Tokka, Maros.

Oleh : Usdar Nawawi

 

BugisPos — Ada sebuah bukit yang terletak di kampung Tokka kabupaten Maros.
Bukit ini kemudian dibeli oleh mantan walikota Makassar Danny Pomanto.
Letaknya memang cukup strategis sebab posisinya berada di segitiga emas antara Makassar, Maros dan Gowa.

Lokasinya tak jauh dari bibir kota Makassar dan Gowa. Tokka ini seolah duduk bertasbih menghadap kota Makassar.

Di waktu malam, dari puncak Tokka kita bisa leluasa memandang kota Makassar dengan cahaya lampu yang Indah dan terang-benderang.

Awalnya Danny Pomanto berfikir akan memasang lampu-lampu cantik di sepanjang lereng hingga ke puncak. Tetapi kemudian niat itu dibatalkan. Akan lebih indah kiranya dari puncak Tokka kita memandang nun jauh ke kilau lampu-lampu lorong di sudut-sudut kota Makassar yang memikat sukma.

Tokka didisain memang oleh ahlinya, Danny Pomanto, yang dibikin bertangga-tangga. Bayangkan saja bila di lereng Tokka dibikin dua lapangan bundar, yang bahkan bisa menjadi landasan heli.

Jalan menuju puncak bukit juga didisain sedemikian rupa seolah-olah kita menuju ke sebuah istana.
Bahwa kemudian kita bisa menyimpulkan bahwa apa yang dibikin Danny Pomanto ini adalah sebuah peradaban di masa depan. Tokka adalah karya seni yang mungkin saja ke depan akan menjadi salah satu destinasi wisata bukan saja untuk Maros, tetapi untuk pencinta wisata alam di seantero negeri.

Kini, Tokka semakin populer berkat ribut-ribut soal perizinan. Tokka oleh pihak-pihak yang merasa kompeten di Maros, mendesak-desak agar Tokka itu punya izin.

Lantas orang pada bertanya, lha izin seperti apa ya yang diperlukan di Tokka ini? Apa orang curiga kalau di perut Tokka ini ada tambang emas? Tambang batubara? Tambang pasir? Ataukah perut Tokka ini dikira mengandung barang galian berharga peninggalan raja-raja masa lampau?
Intinya, Tokka itu tak punya tambang yang mesti mendapat izin segala.

Begitupun jenis izin lainnya tak perlu ada, sebab di lokasi ini sesungguhnya tak ada usaha apapun. Tak ada alfamart, pasar, PKL, RPH, atau bisnis apapun namanya.

Maka janganlah terlau dini bermimpi tentang Tokka yang dikira akan membuat pasar malam. Tidaklah demikian.

Andaikan pada suatu hari nanti Tokka ini mendapat perhatian banyak orang lantas tergila-gila berkunjung ke lokasi ini.

Hal itu disebabkan karena Tokka sudah dilengkapi sarana wisata dan hiburan, kolam tenang yang berkelas, serta segala rupa fasilitas pendukung lainnya seperti hotel, resto, bahkan mungkin juga club malam. Maka tentulah harus memiliki izin dari Pemkab Maros. Dan pastilah Danny Pomanto tak akan mengabaikan kewajiban perizinan seperti itu. Masalahnya kan tak ada usaha seperti itu.

Terpikirkan oleh Danny Pomanto pun tidak sama sekali. Maka apa yang mendasari untuk didorong-dorong urus izin? Coba pikir baik-baik ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya