Kisah Miris Pernikahan Sedarah di Bulukumba

07 July 2019 19:39
Kisah Miris Pernikahan  Sedarah di Bulukumba
Anzar (29) dan FI (21), saat melangsungkan pernikahan dengan adik kandungnya di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

BugisPos — Kasus pernikahan sedarah ya g terjadi di Bulukumba ini, mengundang rasa iba, miris, sekaligus rasa benci keluarga dan masyarakat setempat.

Anzar sebenarnya sudah menikah dengan Hervina (26). Kehidupan keluarga suami isteri ini dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi kemudian prahara itu datang dan menggemparkan Bulukumba, bahkan masyarakat Sulsel heboh.

 

Ansar (32) dan FI (20) yang merupakan adik bungsunya dari tujuh bersaudara ternyata melakukan pernikahan.

 

Pernikahan sedarah ini awalnya tanpa sepengetahuan keluarga di Bulukumba. Baru terbongkar ketika keluarga mendapat kiriman foto dan video akad nikah yang berlangsung di Jl Tirtayasa, RT 58, Balikpapan Tengah, Gunung Sali Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu, 23/6/2019.

 

Hervina setelah melihat foto-foto pernikahan suaminya bersama adik iparnya, langsung melapor ke Polres Bulukumba, Senin (1/7/2019). Hervina melaporkan bahwa sang suaminya telah berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri saat dirinya masih menjalin rumah tangga dengan Anzar.

 

Tak sekadar berselingkuh, adik kandung Anzar juga tengah hamil 4 bulan saat menjalani pernikahan yang berlangsung di Kalimantan. Tak heran kabar ini langsung menghebohkan media sosial.

 

“Saya harap keadilan dan kepastian hukum, serta meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap Ansar,” kata Hervina usai melapor di Mapolres Bulukumba. Hervina berjanji akan menggugat cerai suaminya setelah proses hukum tersebut berjalan.

 

“Setelah proses hukum, saya akan meminta cerai,” katanya.

Ayah kandung Ansar dan FI, Mustamin merasa sangat malu atas pernikahan sedarah yang dilakukan oleh kedua anaknya dan berharap agar mereka menjauh dari keluarga. Mustamin mengaku ingin supaya dua buah hatinya itu dijatuhi hukuman setimpal karena telah melanggar hukum agama.

 

Bahkan dia berkata jika ada hukum adat, maka dia rela kedua anaknya menjalani hukum adat yang ada.

 

“Saya tidak mau lagi melihat kedua anak itu. Jika hukum adat bisa dilakukan, kedua anak ini akan di-labu (ditenggelamkan di laut dengan cara dimasukkan ke karung),” ujar Mustamin menanggapi pernikaahan yang dilakukan oleh anak-anaknya.

 

Saudara tertua Ansar dan FI yang berinisial RS mengaku dirinya akan membuang kedua adiknya akibat melakukan perbuatan mencoreng nama baik keluarga. Dirinya tidak mau melihat lagi kedua adiknya itu.

Persoalannya belakangan ini ialah, Anzar dan FI sudah meninggalkan Kalimantan, tak sudah tak jelas kemana rimbanya. Dari pihak berwajib balum diperolwh kabar, kemana pasangan suami isteri sedarah ini berada (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya