Tunggu Ma

14 July 2019 21:24
Tunggu Ma
Danny Pomanto

BugisPos — Aula rumah pribadi mantan Walikota Kota Makassar Danny Pomanto di Jl.Amirullah, dipenuhi Tim Relawan yang memenangkan Kotak Kosong pada Pilkada Walikota tahun 2018 tahun lalu.

Pada Pilkada Makassar 2018 itu, pasangan Danny Pomanto – Indira Mulyasari, disikut kiri-kanan, bahkan seolah mau dijungkalkan ke laut dengan segala rupa cara dan upaya, lalu akhirnya didiskualifikasi dari posisi peserta Pilkada Makassar Makassar. Dan jadilah Pasangan Appi-Cicu hanya melawan Kotak Kosong.

Semangat kemenangan memang begitu kencang bak angin puting beliung untuk mengalahkan Kotak Kosong itu, Tetapi kemudian Tuhan menghendaki yang lain.

Kotak Kosong menang di Pilkada Walikota Makassar, dan menjadi pembicaraan tingkat dunia yang ramai. Di seluruh negeri tak ada Kotak Kosong yang menang kecuali di Makassar.

Dan hebatnya, kemenangan Kotak Kosong itu diraih hingga 52 persen. Dan itulah kemenangan rakyat Makassar yang sudah demikian cerdas memilih.

Pilihan Kotak Kosong itu sesungguhnya adalah bentuk protes atas syahwat kekuasaan dari kolompok tertentu yang tak mau diterima oleh rakyat.

Senin malam 8/7/19, Sebanyak 126 Tim Relawan yang hadir dengan membawa masing-masing sejumlah pengurus. Sungguh ramai jadinya, dengan semangat luar biasa.

Di mata para relawan ini, seolah menyimpan rindu yang panjang dalam format yang lebih bermakna ke depan. Apa iya mau mengulang kemenangan yang fenomenal tahun depan?

Malam yang bersahabat kemarin itu, Tim Relawan Kotak Kosong mendaulat Danny Pomanto untuk bicara, sekalian berdiskusi dengan ratusan anggota Tim.

Dari situlah terungkap bahwa belakangan ini, sejak Danny – Ical berakhir masa jabatan, banyak kemunduran yang bikin sedih.

Banyak yang diubah-ubah atau dihilangkan. Tagline Makassar 2x+baik dikandangkan.

Tagline Makassar Jangan Mundur Lagi sudah dimundurkan. Mungkin juga sudah disuruh semedi di atas pohon tepi kampung.

Pokoknya yang berbau Danny Pomanto ya cukup digantung saja di cantolan dalam lemari.

Tak hanya itu, program kebersihan kota seolah tercabik.

Dimana-mana banyak sampah. Ambulans gratis juga lenyap sudah. Kalau yang meninggal mau ke kubur mesti bayar Ambulans.

Ambulans gratis cuma di zaman Danny Pomanto. F8 yang beberapa tahun mengguncang ceremoni Makassar dan menguncang decak kagum dunia. Nasibnya di ujung tanduk.

Apalagi uang namanya penasehat walikota Bidang RT/RW akan dihapus pula.

Perwali yang mengatur kesejahteraan mereka, siap-siap pula masuk lemari es, biar membeku.

Semua itu muncul menjadi keluh kesah. Nuansa sedih yang tak bisa membendung air mata.

Mendengarkan semua itu, tiba-tiba Danny Pomanto bangkit dan berkata nyaring : Tunggu ma…!!!

Maksudnya, wahai warga Makassar, jangan sedih.

Tunggulah anak lorong ini untuk memimpin kembali Makassar pada tahun 2020-2025 mendatang.

Segenap Tim Relawan Kotak Kosong memang minta Danny Pomanto maju kembali di Pilkada Makassar 2020, dan Danny Pomanto menyambut baik, dan dengan ucapan bismillah menyatakan siap maju di Pilkada Walikota Makassar 2020 ***

 

Oleh : Usdar Nawawi

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya