Anarkisme Terhadap Sesama Penegak Hukum Bukan Gaya KAI

20 July 2019 22:15
Anarkisme Terhadap Sesama Penegak Hukum Bukan Gaya KAI

 

BugisPos.com — “Gaya anarkisme terhadap sesama penegak hukum bukan gaya kami,” demikian pernyataan Presiden Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto ketika melaksanakan pengangkatan terhadap 45 calon advokat, yang baru saja dilantik dan tergabung dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI) di Ruang Bima, lantai 2, Hotel Bidakara, Jakarta, Jum’at, (19/07/2019).

 

Prosesi pengangkatan dilakukan dalam sidang terbuka di wilayah hukum DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Presiden KAI, H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, S.H, M.H, C.L.A, C.I.L, C.L.I, C.R.A selaku Ketua Majelis sidang, dengan 2 anggota majelis yaitu H. Aldwin Rahardian M, S.H, M.A.P, C.I.L, dan Henry Indraguna, S.H, C.L.A, C.I.L yang keduanya menempati posisi sebagai Vice President KAI.

 

Turut hadir dari unsur DPP KAI diantaranya, Sekretaris Umum, Ibrahim Massidenreng, Bendahara Umum Yaqutina Kusumawardhani, Direktur Humas, M. Junaedi, Direktur Bidang DikLat, Agung Purnomo Sulistiyo, Ketua DPD KAI Jawa Barat, Erwin B. Harist dan Ketua DPD KAI DKI Jakarta, Nurdamewati Sihite.

Turut hadir sebagai tamu undangan diantaranya, Abdul Wahab Joni, S.P, yang digadang-gadang sebagai bakal calon Wali Kota Makassar 2019-2024 yang didampingi oleh penasehat hukumnya, Afret Tsuaidi, S.H.

Acara pengangkatan calon advokat baru dilakukan sesuai dengan tradisi di organisasi advokat KAI, yaitu pembacaan 7 ikrar Advokat KAI mengucapkan 7 Ikrar Advokat KAI, yang dipimpin oleh Ruli Nugraha selaku peserta yang ikut dalam pengangkatan advokat baru KAI.

Kemudian para advokat KAI yang baru dilantik tersebut memberikan hormat dan mencium bendera sang saka merah putih dan pataka KAI yang diiringi oleh lagu Padamu Negeri.

Dalam pidato sambutannya, Presiden KAI mengatakan hendaklah para advokat KAI harus selalu waspada dan hati-hati, jangan sampai terjebak dalam sistim penegakan hukum di Indonesia, yang memang saat ini kondisinya belum sempurna.

“Selaku advokat KAI janganlah terlalu membabi buta dalam membela klien, contoh baru-baru ini terjadi penganiayaan oleh oknum advokat terhadap hakim yang sedang menjalankan tugasnya,” jelasnya.

“KAI sungguh menyesalkan atas kejadian ini dan sangat mengecam keras gaya anarkisme terhadap sesama penegak hukum lain,” tegas Sang Presiden KAI.

“Selaku pimpinan KAI, saya berkeinginan supaya advokat Indonesia selaku bagian dar Catur Wangsa dalam penegakan hukum bisa sejajar dengan para penegak hukum lainnya, seperti Kepolisian yang punya tempat Pusat Pendidikan (Pusdik), Kejaksaan dan Kehakiman yang juga punya Pusdik serta difasilitasi oleh negara. Semestinya kalo semua penegak hukum sebagai bagian dari Catur Wangsa, maka Advokat Indonesia pun harusnya mendapat fasilitas yang sama,” tambahnya.

“Saya berharap para Advokat KAI senantiasa meningkatkan keilmuan dan kemahirannya sehingga senantiasa siap berkompetisi yang sehat di dunia advokasi Indonesia, kapanpun dan di manapun, pungkas H. Tjoetjoe Sandjaja.

Ditempat yang sama, M. Junaedi selaku Direktur Humas disela-sela acara mengatakan prosesi pengangkatan advokat KAI kali ini lebih maju dan sempurna, karena para advokat baru yang ini langsung bisa membawa pulang SK pengangkatan dan KTA mereka. (Fri)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya