Cocoki, Bendum Pekat IB Minta Kemenkeu Secepatnya Buat Terobosan Baru

22 August 2019 00:08
Cocoki, Bendum Pekat IB Minta Kemenkeu Secepatnya Buat Terobosan Baru
Bendahara Umum ( Bendum ) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Rudi Hartono.

BugisPos — Ekonomi kreatif adalah penciptaan suatu sumber bisnis baru berbasis ide-ide segar yang sesuai perkembangan zaman.

Saat ini, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berencana akan menerapkan ekonomi kreatif yang merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru, untuk mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide serta pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.

Oleh karena itu Bendahara Umum ( Bendum ) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Rudi Hartono, meminta Kementerian Keuangan, OJK dan BI agar secepatnya membuat terobosan baru untuk bisnis yang berbasis ekonomi kreatif.

Pasalnya, untuk menuju ke arah ekonomi kreatif, tentu harus disertai dukungan akses kredit finansial yang flexible dan transparan. Sementara tata cara pemberian kredit di Indonesia, masih berbasis jaminan. Dimana yang bisa mengakses kredit perbankan hanyalah yang memiliki jaminan.

“Saya kira ini termasuk salah satu terobosan pemikiran dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Menyoal industrialisasi robotic, Rudi memaparkan bahwa,” dengan menggunakan mesin robot, bisa memacu hasil produksi yang tinggi dan mengurangi kesalahan kerja seminimal mungkin. Dan hal tersebut akan terjadi lima tahun ini,” jelasnya kepada BugisPos via WhatsApp pribadinya Rabu, 21/08/2019.

Dikatakan Rudi, banyaknya persoalan buruh di tanah air, sehingga menyebabkan industri yang padat karya merubah penggunaan mesin ke robot dengan alasan efisiensi.

Contoh misalnya, industri yang akan merubah sistem menjadi robotic otomatis. Diantaranya ; Textil, Otomotif serta turunannya, rokok, semen dan lain-lain.

Apabila hal tersebut terjadi, maka angka pengangguran akan semakin meningkat drastis seiring dengan meningkatnya jumlah kriminalitas di Indonesia.

“ Pertanyaannya, apakah pemerintah sudah siap menghadapi masalah yang sudah di depan mata,” ungkap Rudi.

“Contoh empat perusahaan unicorn berbasis teknologi, yang sangat banyak membuka lapangan pekerjaan, akan tetapi dana dan sumber investasi mereka dari asing, sehingga pihak asing membaca proposal mereka dan menerjemahkan pendapatan masa depan serta prospek bisnis baru dinilai menjadi sebuah kredit investasi. Sehingga jangan heran apabila diklaim sebagai hasil asing, bukan milik anak bangsa,” terangnya.

 

Penulis : Arum

Editor : @ly

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya