Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Lapangan Pemuda Diciduk

11 September 2019 19:20
Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Lapangan Pemuda Diciduk

 

BugisPos. – Kepolisian Resort Bulukumba bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan terhadap Sulfahmi dan Andi Indra Purwanti, yang sempat viral di media sosial terkait pedagang kaki lima (PKL) di area lapangan pemuda Bulukumba, pada Sabtu malam lalu. (8/9/2019).

Kapolres Bulukumba AKBP. Syamsu Ridwan, SIK bersama Kasat Reskrim AKP.Berry Juana Putra mengungkapkan, dua orang pemuda terduga pelaku penganiayaan yang ditangkap masing – masing berinisial AL (15), warga Jalan Cendana Kelurahan Caile Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba dan IS (16), warga Jalan KH. Agus Salim Lingkungan Pallatoae, Kelurahan Kasimpureng berhasil diringkus Timsus Polres Bulukumba di pimpin Aipda Ashadi didampingi Kanit Buser Aiptu Ardiman Yacob, pada Rabu (11/9/2019) sekira pukul 07.30 wita.

Dijelaskan, kedua terduga pelaku masih tergolong anak dibawah umur dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan berantas dan menindak tegas segala tindak kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polres Bulukumba,” tegas Kapolres AKBP. Syamsu Ridwan, S.ik.

Dari hasil intorgasi terhadap terduga, keduanya mengakui melakukan penganiayaan tersebut karena tersinggung kepada korban saat melintas di lapangan pemuda, korban menyiram air kepada kedua pelaku.

Akibat penyiraman air tesebut, tambah Kasat Reskrim, pelaku langsung menusuk korban dengan sebilah badik di bagian lengan serta pinggang korban, mengakibatkan korban dilarikan ke RSUD HA.Sulthan Dg Radja, untuk mendapatkan pertolongan.

” Sulfahmi mengalami luka tusuk pada pinggang sebelah kanan dan Andi Indra Purwanti mengalami luka tusuk pada lengan tangan sebelah kiri dan luka tusuk pada pinggang sebelah kiri,” jelas Kasat Reskrim.

Meski keduanya masih dibawah umur, sebut AKP.Berry*, namun pihaknya akan tetap melakukan proses hukum dengan melanggar pasal 170 (1) sub 351 (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimum 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan penjara.

Terkait pemberitaan di media sosial yang viral bahwa pelaku penganiayaan berjumlah 30 orang, namun menurut Kasat Reskrim, pelaku hanya dua orang dan yang lainnya hanya kebetulan bersama pelaku dan tidak saling mengenal.

“Pelaku penganiayaan hanya dua orang dan yang lainnya hanya kebetulan bersama pelaku serta tidak saling mengenal, mengingat pelaku melakukan balapan liar,” kunci Kasat Reskrim AKP Berry Juana Putra.-*

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya