Cocoki Tauwwa GeMa Rumah Dataku Mendekatkan Pelayanan KB di Bulukumba

30 September 2019 22:59
Cocoki Tauwwa GeMa Rumah Dataku Mendekatkan Pelayanan KB di Bulukumba

 

BugisPos.- Gerakan Melayani (GEMA) di Rumah Dataku KB menjadi sebuah terobosan yang mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat. Seperti dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bulukumba, pelayanan KB tidak mesti harus dilakukan di klinik KB atau sarana pelayanan KB, tetapi dengan terobosan baru, kegiatan pelayanan KB di lakukan di Kampung KB.

 

Seperti belum lama ini, pelayanan KB dilaksanakan di Sekretariat Kampung KB Desa Bululohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yang dipantau langsung Bidang KB/KR Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan pelayanan dilaksanakan dalam bentuk pelayanan KB MKJP
dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Rilau Ale, TNI, Polri, dan warga kampung KB Desa Bululohe.

Abdul Khalik Rauf, Kadis DPKB Bulukumba mengapresiasi implementasi proyek perubahan yang dilaksanakan oleh Arnie Asrib, Kabid KB DPPKB Bulukumba yang saat ini mengikuti kegiatan Diklatpim III. Sekaligus berharap semua Rumah Dataku di Kampung KB yang ada di Bulukumba menjadi tempat pelayanan KIE KB dan Pelayanan Kontrasepsi KB.

” Saya kira inovasi proyek perubahan ini, bertujuan untuk mendekatkan pelayanan KB di Kampung KB, sehingga tentunya diharapkan meningkat jumlah pengguna kontrasepsi KB metode jangka panjang (MKJP),” kata Khalik.

Diakui, jumlah peserta KB di daerah ini sudah banyak, hanya saja, pengguna kontrasepsi KB metode jangka panjang masih kurang, sehingga belum bisa dikatakan berkualitas. ” Mereka yang memakai metode kontrasepsi jangka pendek, muda drop out, jadi kemungkinan untuk berhenti ber-KB dan hamil yang tidak direncanakan masih besar jumlahnya,” sebut mantan Sekertaris Dishub ini, sambil berharap, agar mendorong masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang.

Pada kesempatan itu, Khalik juga memberikan gambaran tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak melalui program Bina Keluarga Balita, dan upaya memproteksi remaja dari hal-hal yang tidak bermanfaat melalui Bina Keluarga Remaja serta upaya mewujudkan Lansia Tangguh melalui Program Bina Keluarga Lansia.

Sementara itu, Wardihan Kabid KB/KR BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan pemahaman kepada masyarakat kampung KB tentang jenis kontrasepsi dan kelebihan dari berbagai jenis kontrasepsi yang ada.

Seperti obat pil KB, suntik KB dan Implan/susuk KB. Menurutnya, ada beberapa orang kurang cocok dengan jenis kontrasepsi ini, sehingga harus menggunakan kontrasepsi berupa alat seperti IUD atau Spiral dan Kondom. Penggunaan metode operasi pria MOP yang lazim disebut Pasektomi dan Metode operasi wanita (MOW,) atau lazim disebut tubektomi juga harus dipahami.

Sementara itu Arnie Asrieb Kabid KB DPPKB Bulukumba yang menggagas inovasi proyek perubahannya dalam Latpim III Lembaga Administrasi Negara (LAN) MakassarĀ  mengatakan, ide inovasi ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat kampung KB, sehingga tidak perlu lagi ke Puskesmas atau Klinik KB.

Selain itu, katanya, inovasi yang dia dilakukan bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta KB baru dan peserta KB aktif dengan kualitas yang lebih baik.- Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya