Makna ki, Hari Batik Nasional Dengan Bersepada ” ala BIKE TO WORK SULTRA”

02 October 2019 22:36
Makna ki, Hari Batik Nasional Dengan Bersepada ” ala BIKE TO WORK SULTRA”
Ditemui di salah satu warung kopi sekitar MTQ rombongan pesepeda BPTD 18 Sultra mengaku sengaja berpakaian batik sambil gowes karena hari ini Hari Batik Nasional.

 

BugisPos – BPTD 18 Sultra memang selalu punya ide yang unik dalam memaknai momen-momen penting di Negeri ini. Terlihat pagi ini di sekitar Tugu Religi MTQ puluhan pesepeda dengan berbusana batik tampak ramai dan santai mengayuh sepeda menuju tempat kerja, Rabu (2 Oktober 2019.)

Ditemui di salah satu warung kopi sekitar MTQ rombongan pesepeda BPTD 18 Sultra mengaku sengaja berpakaian batik sambil gowes karena hari ini Hari Batik Nasional.

“Kemarin memang sudah ada instruksi pak Menhub kalau hari ini kita diminta menggunakan batik, olehnya karena di Sultra sudah dicanangkan Bike To Work Sultra, makanya sekalian saja kita maknai hari batik dengan bersepeda, hitung-hitung sosialisasi hari batik nasional dan bike to worknya, jadi dua duanya dapat budayanya dan sehatnya ujar Benny yang konsen dengan bike to work.

Kita berharap bahwa dengan momentum hari batik nasional seluruh masyarakat Sultra lebih mencintai budaya bangsa sendiri termasuk budaya bersepeda yang sudah lama ditinggalkan masyarakat kita. “Bayangkan tadi sekolah di sepanjang jalan Ahmad Yani tidak ada satu pun terlihat sepeda yang terparkir, yang banyak adalah sepeda motor, coba bayangkan seperti apa kondisi lalu lintas kita? dan ini bahaya karena di samping anak sekolah pasti belum punya SIM ini juga akan berpengaruh pada budaya berlalu lintas anak-anak kita,” ujar Benny.

Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi tentu memiliki potensi besar untuk menghadirkan budaya bersepeda, di samping ruas-ruas jalan yang cukup lebar dengan pohon yang rindang juga arus lalu lintas masih bisa ditata dan dikendalikan serta dukungan perilaku pengguna jalan yang relatif masih bisa diatur.

“Kami berharap bahwa pemerintah Sultra dan kota Kendari bisa menghadirkan lajur sepeda dan ini bisa digandeng dengan program wisata oleh Dinas Pariwisata ujar Tatam salah satu anggota Selki (Sepeda lipat Kendari) dan SSBC (Sultra Safety Bike Community), saat ditemui disela-sela gowes pagi tadi.

Kepala BPTD XVIII Sultra yang ditemui di bilangan kawasan Citra Land pasca gowes bareng ala Busana Batik mengatakan bahwa Beliau terus mendorong minat bersepeda dikalangan pejabat dan staf kantor BPTD, dan tentu sinergitas pemda Provinsi dan Kota Kendari kita akan bangun dan menjadikan salah satu ikon Sultra adalah budaya bersepeda.
“Disini kan masih enak bersepeda dibanding kota-kota besar lainnya seperti Makassar, olehnya pasti kita dorong,” ujar Benny.
Menanggapi harapan anggota SELKI &SSBC, Benny sangat mendukung, kalau kami yaah tentu tinggal melihat mana ruas-ruas jalan yang akan ditetapkan sebagai jalur sepeda pasti kita akan dukung dengan fasilitas perlengkapan jalannya, seperti marka, rambu dsb. Kalau perlu setiap moment penting yaah kita hadirkan kegiatan sepeda,” katanya.

Sukses menggelar Fun Bike Zona Keselamatan Transportasi pada tanggal 28 September 2019 kemarin yang diklaim cukup ramai, Benny berjanji akan terus menggelar event-event bersepeda bersama komunitas-komunitas sepeda di Sultra.

“Kalau perlu kita gagas Night ride sekaligus menggandeng pariwisata dan perhotelan untuk salah satu destinasi wisata di Kota Kendari adalah bersepeda malam hari sambil menikmati indahnya kota Kendari malam hari,” ujar Benny” (fdly/BN/hms)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya