Bupati Andi Sukri Nacangkan ki Terbentuknya Desa Organik

03 October 2019 01:08
Bupati Andi Sukri Nacangkan ki Terbentuknya Desa Organik

Bulukumba,- Untuk mewujudkan pertanian pangan berkelanjutan, dilakukan upaya pengembangan desa pertanian organik melibatkan kelompok tani atau gabungan kelompok tani.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menginisiasi terbentuknya Desa Organik sebagai desa yang menerapkan kegiatan budidaya pertanian yang ramah lingkungan, serta menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Sebagai langkah awal, Rabu (2/10) Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali mencanangkan sembilan desa sebagai Desa Organik di Desa Salassae, ditandai pemukulan gong dan pembagian Surat Keputusan Bupati tentang Penetapan Desa Organik.

Desa Organik yang ditetapkan yaitu Desa Salassae, Lonrong, Bontonyeleng, Tamaona, Bajiminasa, Tugondeng, Buhung Bundang, Bontobiraeng dan Kambuno.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Ir Harun, memaparkan Desa Organik yang ditandai dengan penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan produksi pertanian dan menghemat biaya produksi.

Pupuk organik, kata Harun dapat mengembalikan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.” Nilai subsidi pupuk kimia yang masuk di Bulukumba sekitar 90 miliar rupiah pertahun, sehingga jika nantinya pupuk kimia dicabut subsidinya, maka para petani akan kewalahan mengelola lahan pertaniannya,” sebut Harun.

Jadi, kedepan sebut Harun, kita akan menggalakkan pembuatan pupuk organik, dengan melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada petani dengan bahan lokal yang ada. “40 persen petani di Bulukumba sudah menggunakan pupuk organik, namun tidak terkonsentrasi pada suatu tempat, sehingga kami kesulitan mendeteksi dimana saja penggunaan pupuk organik itu dilakukan,” ungkap Harun

Jadi, pencanangan Desa Organik ini, akan memudahkan dimana saja kita bisa memperoleh pupuk organik dan hasil pertanian organik.

Sementara itu, Bupati AM Sukri Sappewali mengatakan, pencanangan Desa Organik ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. ” Sektor pertanian masih menjadi menyumbang terbesar dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bulukumba sekitar 40 persen dan segala upaya harus dilakukan agar produktifitas pertanian harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui pertanian organik,” harap Andi Sukri.

Dia berharap setelah pencanangan, Dinas terkait melanjutkan pembinaan dan pendampingan kepada para petani. Jangan justru ditinggalkan setelah pencanangan ini.

Pada kesempatan tersebut, Bupati AM Sukri Sappewali bersama dengan anggota DPRD Bulukumba Ahmad Saiful melakukan dialog dengan para petani, terkait permasalahan yang dihadapi. Terungkap para petani meminta ada perbaikan tanggul yang rusak, permintaan fasilitasi pengemasan produk home industri hasil pertanian, serta permintaan sumur bor untuk menyirami lahan perkebunan kelompok tani. РSuaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya