Kak Syam Turunkan ki Tauwwa Tim Survei untuk Penyusunan Visi Misi

14 October 2019 07:39
Kak Syam Turunkan ki Tauwwa Tim Survei untuk Penyusunan Visi Misi
Syamsuddin Alimsyah bersama isteri, Andi Mariattang

 

BugisPps.- Saat ini Syamsuddin Alimsyah yang akrab disapa Kak Syam sedang melakukan pendalaman visi misi menuju Bulukumba sebagai pusat kawasan di jazirah selatan selatan.

Survei ke masyarakat dimaksudkan sebagai penelitian sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi atau persoalan masyarakat selama ini.

Sejak awal, kak Syam ingin memberi pesan kepada publik, bahwa ke depan pemerintahan harus dibangun secara partisipatif dan transparan. Masyarakat harus menjadi subyek dalam pembangunan tidak sebaliknya menjadi obyek pembangunan.

Selain penelitian langsung ke lapangan, Kak Syam juga akan melakukan proses FGD atas visi misi tersebut agar lebih mengerucut sehingga akan lahir agenda prioritas berbasis bukti.

“Ini gagasan yang brillian. Ide cerdas. Ini kandidat yang pertama melakukan model seperti ini. Sangat bagus dari awal menunjukkan diri keseriusan ingin membangun Bulukumba,” ujar akbar salah seorang warga Taccorong.

Syamsuddin Alimsyah adalah bakal calon yang lahir dan besar di Kecamatan Herlang. Dia adalah suami Andi Mariattang, anggota DPRRI Periode 2014-2019. Sehari-harinya adalah aktivis pejuang antikorupsi bersama Abraham Samad, mantan Ketua KPK RI.

Selain itu Kak
Syam juga aktif mengadvokasi kualitas pelayanan publik. Bahkan secara khusus masuk dalam koalisi masyarakat peduli pelayanan publik (MP3) Jakarta. Beliau
selama ini juga aktif mengkampanyekan sekolah aman dan nyaman bagi anak Indonesia. Ia juga dalam berbagai kesempatan menggaungkan perlunya kepedulian atas nasib generasi bangsa melalui pendidikan.

“Sekarang ini ada jutaan anak termasuk generasi muda sedang berjuang mempertaruhkan masa depannya. Mereka ini adalah modal pembangunan bila dikelola secara baik. Fasilitas pendidikannya bagus dan lapangan kerja tersedia. Namun akan menjadi ancaman bila kita abai dengan potensinya,” ujar Kak Syam saat mendaftar di PKS.

Menurutnya, pemimpin ke depan harus ramah dengan perubahan. K Syam juga meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada warga yang telah bersedia dijadikan responden dalam penelitian tersebut. Selain karena sebagian waktunya diganggu. Juga permohonan maaf bila dalam proses wawancara ada yang komunikasinya kurang bagus.

“Kebanyakan memang enumerator didatangkan dari luar dengan maksud biar lebih terbuka mendengar aspirasi responden,” kunci Kak Syam.-** Rilis

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya