Ada Apa Dubes Prancis dan Menristekdikti Kunjungi Unhas

31 October 2019 21:53
Ada Apa Dubes Prancis dan Menristekdikti Kunjungi Unhas
Foto kunjungan rombongan Dubes Prancis dan Menristekdikti di Unhas.

 

BugisPos — Duta besar Prancis untuk Indonesia, Oliver Chambard bersama Menristekdikti, Bambang Permadi Soemantri mengadakan kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin, selama dua hari, mulai Rabu (30/10/2019) hingga Kamis (31/10/2019).

Kunjungan kerja ini dalam rangka Pertemuan Tingkat Tinggi Kerjasama Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kedua ( The 2nd High-Level Meeting in Science, Technology and Higher Education Cooperation).

Pertemuan tingkat tinggi ini dirangkaikan dengan Pertemuan Kesebelas Kelompok Kerja Pendidikan Tinggi, Penelitian, Inovasi, dan Kewirausahaan (The 11th Joint Working Group in Higher Education, Reseach, Inovation and Enterpreneurship).

Menurut Konsul Kehormatan Prancis di Indonesia, Prof.Dr.Ir. Ambo Tuwo, DEA ketika dihubungi BugisPos via WhattApp mengatakan, kedua pertemuan bilateral ini merupakan pertemuan tahunan yang dilakukan di kedua negara secara bergantian. Rencananya pertemuan berikutnya akan dilakukan di Prancis. Pertemuan tahunan ini dilaksanakan oleh universitas negeri secara bergantian.

“Pertemuan ini dihadiri oleh ilmuan dari berbagai perguruan tinggi, serta badan riset dan pengembangan yang ada di Indonesia dan Prancis,” ungkap Professor yang akrab dipanggil Bowo ini.

Lanjut Bowo sampaikan bahwa ada juga agenda pertemuan antara lain adalah:
1. Kuliah umum tentang sistem inovasi nasional, rencana aksi sains dan teknologi Indonesia, dan master plan penelitian Indonesia oleh Dirjen 5 Ristek Prof. Muhammad Dimyati
2. Evaluasi capaian kerjasama penelitian Indonesia-Prancis
3. Evaluasi capaian kerjasama pendidikan Indonesia-Prancis
4. Pembahasan berbagai kegiatan yang terkait dengan manajemen riset dan kerjasama, antara lain pendanaan penelitian, program penelitian Ilmuan Indonesia-Prancis melalui progam “Nusantara”, proses inovasi, pendanaan Prancis-Eropa, dan transfer teknologi dan kewirausahaan
5. Evaluasi kinerja Kelompok kerja Indonesia-Prancis
6. Evaluasi program Nusantara (Catatan: Nusantara adalah nama kerjasama penelitian yang dibiayai secara bersama antara Pemerintah Indonesia dan Prancis
7. Pembahadan kerjasama akademik, seperti kerjasama profesor kelas dunia, capacity building, dan pendidikan tinggi vokasi
8. Pembahasan mekanisme pendanaan
9. Agenda lain-lain, seperti eksit permit peneliti, pembahasan dan penjadwalan pertemuan berikutnya.

“Selain itu, ada seminar sehari pada tanggal 2 November tentang bahasa Perancis yang dihadiri oleh dosen program studi bahasa Perancis dan guru SLTA untuk meningkatkan kontribusi bahasa Perancis dalam penguatan daya saing bangsa dan ketahanan nasional,” jelas lulusan magister (S2) di Universite de Bretagne Occicentale, Brest Prancis ini.

Adapun tugas Konsul Kehormatan adalah mewakili semua kepentingan Prancis di bidang ekonomi, perdagangan, sosial, budaya dan lain-lain untuk menjamin bahwa pemerintah Prancis hadir di Makassar dan wilayah timur Indonesia lainnya. Hal ini diungkap oleh suami dari Prof.Dr.Ir. Joeharnani Tresnati, DEA ketika ditanyakan oleh BugisPos mengenai tugas-tugasnya.

“Tugas konsul kehormatan adalah termasuk kerjasama dengan semua perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Makassar dan wilayah timur Indonesia lainnya,” pungkas peraih gelar professor bidang Ekologi Laut diusia 38 tahun ini. (One)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya