Petani Dambakan Sumber Pengairan, TNI AD Bukakan Salurannya

05 November 2019 13:58
Petani Dambakan Sumber Pengairan, TNI AD Bukakan Salurannya
Program TMMD ke-106 tahun 2019 di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dilaksanakan secara terpadu di empat kabupaten, lima kecamatan, dan Sembilan desa/kelurahan

BugisPos — Selama 39 tahun TNI AD secara konsisten melaksanakan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa).

Selama masa Orde Baru kegiatan itu bernama AMD (ABRI Masuk Desa) yang dilaksanakan dua kali setahun.

Saat ini, TMMD dilaksanakan secara lintas sektoral selama tiga kali setahun guna mengakselerasi pembangunan di perdesaan sekaligus memotivasi masyarakat untuk membangun daerahnya.

 

Program TMMD ke-106 tahun 2019 di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dilaksanakan secara terpadu di empat kabupaten, lima kecamatan, dan Sembilan desa/kelurahan. Kabupaten tersebut adalah Pangkep, Soppeng, Mamuju, dan Buton Selatan.

TMMD yang telah berjalan selama 39 tahun kini sudah berlangsung sebanyak 106 kali, dan terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Program fisik TMMD telah berhasil membuka isolasi di wlayah perdesaan, sehingga roda perekonomian masyarakat berjalan lancar.

Sasaran utama program TMMD adalah wilayah perdesaan, khususnya daerah tertinggal, miskin, terisolasi, terpencil, daerah kumuh perkotaan serta daerah yang terdampak bencana alam.

Kegiatan fisik dan nonfisik TMMD disusun melalui proses perencanaan secara integral dan komprehensif dengan sistem perencanaan berbasis inisiatif masyarakat (bottom up planning).

Program inisiatif masyarakat tersebut kemudian dipadukan dengan program dari pemerintah daerah setempat (top down) melalui kerja sama dan koordinasi yang baik antar-instansi ditingkat pusat maupun daerah.

Program-program TMMD selain dikerjakan oleh personel TNI, Polri, dan unsur Pemda, juga melibatkan masyarakat setempat secara aktif. Normalisasi Sungai di Kabupaten Soppeng.

TMMD ke-106 yang berlangsung sejak 3 Oktober 2019 di wilayah Kodim 1423/Soppeng, mengerjakan tiga jenis kegiatan fisik yaitu normalisasi sungai sepanjang 4.500 meter, pengerasan jalan desa sepanjang 3.000 meter, dan rehab masjid satu buah.

Sungai yang dinormalisasi itu merupakan anak sungai dari sungai induk Kawerang yang bermuara di danau Tempe. Kondisi sungai tersebut sangat memprihatinkan karena sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal sebelumnya sungai itu merupakan sumber air untuk pengairan sawah para petani. Sungai tersebut tertimbun sedimen yang menutupi seluruh aliran sungai dan telah ditumbuhi semak belukar.

Akibatnya, sawah-sawah yang ada di sekitarnya berubah status menjadi sawah tadah hujan. Petani hanya mampu menanam padi satu kali setahun sejak sungai tersebut tidak berfungsi karena air tidak tersedia.

Para petani yang menggantungkan harapannya dari air anak sungai Kawerang tersebut, sudah lama menginginkan agar dilakukan pengerukan. Namun impian para petani tersebut hanya tinggal harapan karena Pemkab Soppeng tidak memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan pengerukan guna menormalisasi sungai tersebut.

Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, SE sangat mengapresiasi kegiatan normalisasi sungai yang dikerjakan oleh TNI melalui program TMMD. Bupati yakin masyarakat petani akan meningkat kesejahteraannya apabila sungai tersebut telah berfungsi kembali, sebab petani dapat menanam padi dua kali setahun.

Salah seorang petani di desa Panincong, Suha (42), sangat berharap mendapatkan air untuk mengairi sawahnya setelah sungai ini berfungsi kembali secara normal.

Suha bersama puluhan petani lainnya yang menggantungkan harapannya mendapatkan air untuk pengairan
sawahnya dari sungai yang dinormalisasi itu, sangat berterima kasih kepada TNI yang bakal mewujudkan impiannya mendapatkan air yang melimpah.

Sementara itu, Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Maskun Nafik, S.H. mengatakan bahwa kegiatan yang
dilakukan oleh prajurit TNI melalui program TMMD ini merupakan bukti kepedulian dan komitmen kuat TNI untuk selalu mencarikan solusi atas penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia, terutama di wilayah perdesaan.

Setelah dibuka pada 2 Oktober 2019 dan telah berlangsung selama kurang lebih 30 hari, TMMD ke-106 yang berlangsung di seluruh Indonesia, akhirnya ditutup secara resmi pada Kamis, 31 Oktober 2019. (Pendam).

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya