GMBI Aceh Usut Tuntas ki Kasus Korupsi Dana Koperasi Karya Safakat

04 November 2019 19:07
GMBI Aceh Usut Tuntas ki Kasus Korupsi Dana Koperasi Karya Safakat
Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Aceh meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana Koperasi Karya Safakat di Kabupaten Simeulue seniai Rp 3,8 Miliar.

 

BugisPos — Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Aceh meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana Koperasi Karya Safakat di Kabupaten Simeulue seniai Rp 3,8 Miliar.

Hal ini disampaikan Ketua GMBI Wiayah Teritorial Aceh, Zulfikar yang dikutip pemburunews.co sesaat setelah menjumpai pihak Kejati di Ruang Bidang Intelijen, Senin (4/11/2019) pagi yang didampingi Ketua GMBI Distrik Simeulue, Sarwadi dan Dewan Penasehat GMBI Aceh.

“Kita minta kepada pihak Kejati, tolong segera diusut kasus dugaan korupsi dana koperasi ini, jangan didiamkan, jika tidak diusut, pihak GMBI akan melakukan aksi demo besar-besaran di depan Kejati. Akan turut GMBI seluruh Aceh nantinya,” tegas Zulfikar.

Dijelaskan Zulfikar, kasus dana Koperasi Karya Safakat ini sudah pernah dilaporkan pihak LSM Topan RI ke Kejaksaan Negeri Sinabang tahun 2015, namun hingga sekarang belum ada sebuah kepastian hukumnya.
“Kita menduga, mengapa sudah lebih kurang 4 tahun laporan itu tidak ada penuntasan, ini berarti kita menduga ada permainan di Kejaksaan Simeulue,” pungkas Zulfikar.

Ditempat yang sama, Dewan Penasehat GMBI Aceh, Ustadz Zainal Abidin juga berharap agar laporan GMBI atas kasus ini tidak dibungkus dan masuk tong sampah. Katanya, selain mendemo Kejati, GMBI juga akan mengirim kasus ini sampai ke GMBI Pusat dan KPK RI, jika Kejati main-main menangani Kasus ini.

“Ini masalah tidak main-main, GMBI punya data yang otentik, dugaan rasuah dalam dana koperasi ini sangat kuat, jadi Kejati jangan main-main mengusut ini, nanti turun tangan GMBI Pusat dan melaporkan ke KPK dan Mabes Polri,” tandas Zainal Abidin yang juga mantan Penasehat GAM Sagoe Aramiah Birem Bayeun Aceh Timur Wilayah I dan penasehat KPA ini.

“Pekan depan, kita akan ke kantor Kejati ini, untuk menanyakan kemajuan penyelidikan terhadap kasus ini,” tutup mantan Kombatan GAM ini.(Kirfan)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya