Tauwwa, Di Balik Sagusaku IGI, Ada Mutiara Terpendam

05 November 2019 17:20
Tauwwa, Di Balik Sagusaku IGI, Ada Mutiara Terpendam
Dalam kacamata saya beliau peserta yang unik dan cukup menarik untuk saya ulas dalam tulisan ini.

 

BugisPos — Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Sidrap menyelenggarakan Workshop SAGUSAKU ( Satu Guru Satu Buku) yang diikuti oleh 31 guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang di Kabupaten Sidrap.

Setelah mengikuti dan memantau kegiatan ini, tanpa mengesampingkan peserta lain yang rata-rata hebat saya terpikat dengan salah seorang peserta workshop yang cukup serius dan bersungguh-sunguh mengikuti kegiatan secara fokus, namanya Bapak Agus Salen, S.Pd., M.Si.

Dalam kacamata saya beliau peserta yang unik dan cukup menarik untuk saya ulas dalam tulisan ini.

Iya angkatan SAGUSAKU pertama beliau ikut sebagai peserta dan berhasil mengirim naskah tulisannya untuk diterbitkan dan di SAGUSAKU kedua ini lagi-lagi dia ikut untuk membuktikan bahwa dia bukan peserta kaleng-kaleng.

Beliau ingin menulis suatu cerita tentang “Sekolah Hebat bagi Peserta Didik Hebat di Masa Mendatang” itu yang dia katakan padaku sesaat sebelum pembukaan kemarin.

Dan hari ini, lagi-lagi saya harus mengagumi keseriusan beliau mengikuti kegiatan ini karena di tengah-tengah kesibukan Kepala Sekolah yang lain mengurus DAK, dana BOS dan lain-lain, justru beliau sibuk meningkatkan kompetensi dirinya, justru beliau sibuk menatap masa depan dengan menorehkan pikiran-pikirannya di atas kertas untuk membuktikan pada sejarah dunia bahwa dia pernah ada.

Meskipun aktif meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik bukan berarti beliau melalaikan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah. Justru bagi saya, beliau berhasil menerapkan fungsi-fungsi manajerial dengan baik.

Saya sadari bahwa Tuhan Maha Terpuji, namun bukan berarti kita tidak boleh memuji ciptaanNya yang memang layak mendapatkan pujian dan sanjungan, apalagi jika ciptaanNya itu memiliki keunikan dan kelebihan dibandingkan ciptaan yang lain.

Kekaguman dan pujian yang saya berikan kepada sosok Agus Salen bukan tanpa sebab dan alasan yang rasional, bukan juga karena kedekatanku secara subjektif dengannya yang memang secara historis pernah sama-sama mewakili Kabupaten Sidrap di tingkat provinsi tahun 2016 lalu.

Beliau sebagai kepala Sekolah berprestasi tingkat SMP dan saya sebagai guru berprestasi tingkat SMP saat itu. Pada momen itulah kami intens komunikasi, ruang-ruang diskusi senantiasa terbuka dan saling berbagi informasi terjadi di antara kami.

Tentu sebagai yunior, Saya banyak belajar dari cerita dan pengalaman beliau, saya banyak “mencuri ilmu” dalam setiap diskusi, pandangannya cukup moderat tentang pendidikan, wawasannya cukup luas tentang inovasi di bidang pendidikan. Betapa tidak, beliau pernah mewakili Indonesia di forum pendidikan tingkat ASEAN di Filipina tahun 2016 silam, suatu capaian prestasi yang tidak pernah dicapai oleh kepala sekolah lain di Sidrap atau bahkan Indonesia sekalipun.

Atas alasan itulah saya termotivasi untuk mendeskripsikan curahan rasa dan kekaguman saya pada sosok kepala sekolah berdarah Bugis yang lahir di Jakarta tahun 1968 ini, meskipun saya ketahui ada beberapa kepala sekolah hebat yang juga ikut dalam kegiatan SAGUSAKU jilid 2 ini.

Semoga tulisan ini bisa memotivasi para pendidik, tak terkecuali kepala sekolah untuk terus berkarya, berinovasi dan memacu diri meningkatkan kompetensi, sehingga lahir Agus Agus lain di Kabupaten Sidrap untuk kemudian bersama-sama berkolaborasi membangun peradaban yakni melakukan kerja-kerja nyata dalam memajukan pendidikan di Bumi Nene Mallomo. Salam Sukses Untuk Semua. Bersama Kita Bisa. — Supriadi (Sekum IGI Sidrap)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya