Tauwwa, Jalan di Makassar Berubah mi

05 November 2019 20:16
Tauwwa, Jalan di Makassar Berubah mi
Muh.Mario Said Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar

 

BugisPos — Perubahan arah yang dilakukan hasil evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang dilakukan terlebih dahulu tidak serta-merta melalui rapat, semua terlibat dalam forum lalu lintas seperti Kepolisian, Dinas yang terkait, dan Masyarakat transportasi, untuk melakukan evaluasi terhadap rekayasa yang sudah dilakukan terlebih dahulu.

Banyaknya masyarakat yang menyampaikan bahwa tidak efektif, sehinggah dipelajari dan dilakukan evaluasi beberapa lama dengan itu adanya beberapa titik kemacetan yang terdapat dari jalur rekayasa yang sebelumnya, seperti depan Rujab Walikota Makassar dengan volume kendaraan yang keluar dari Jalan Metro sangatlah besar, sedangkan manufer keluar menuju Jalan Penghibur itu sendiri pendek kemudian Jalan Raden Saleh samping Rujab Walikota dan Hj Bau terjadi beberapa perpotongan sehinggah mengakibatkan kemacetan setiap harinya, titik kemacetan yang lain berada di Jalan Hasanuddin dikarenakan kebanyakan masyarakat yang dari arah selatan menuju utara cuma melalui Jalan Hasanuddin.

“Kita mencoba membuka ke Sumba Opu tapi kapasitas di Sumba Opu tidak memadai, dikarenakan banyaknya parkiran jalur kiri dan kanan sehinggah jalan menjadi sempit maka masyarakat malas lewat Sumba Opu tersebut, banyaknya kendaraan dari arah selatan ke utara berada di Jalan Hasanuddin yang mengakibatkan terjadinya kemacetan,” ungkapnya Muh.Mario Said Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Selasa (05/11/2019).

Permasalahan Jalan Sultan Hasanuddin dikarena adanya penyempitan jalan seperti di daerah Jalan Usman Jafar Gelael karena bangunan Hotel Singgah sana terlalu keluar kejalan akibatnya terjadilah penyempitan dan perpotongan yang menyebabkan parkiran dari Gelael menuju arah Jalan Usman Jafar yang mengakibatkan antrian panjang sampai ke depan Rujab Sekda Provinsi.

“Dan juga arah dari Jalan Cendrawasih dan Garuda terjadi pula perlambatan jalan yang dikarenakan kendaraan yang mau jalan ke Metro lewat Jalan Cendrawasih dan Maipa akibatnya volume kendaraan banyak yang bertumpuk di Jalan Cendrawasih dan Garuda, dan kita juga melihat banyak titik kemacetan dikarnakan dengan adanya perubahan jalan sebelumnya,” tambahnya.

Maka mengadakan rapat yang disepakati dengan memepertimbangkan kembali percobaan dengan mempertimbangkan bahwa di daerah jalan Penghibur dan Hj Bau sudah ada pula jalan yang menuju Metro yang sudah dibuatkanlah bundaran untuk putaran sehinggah tidak memungkinkan bahwa daerah Rajawali tidak bisa lagi langsung ke Jalan Penghibur dengan lurus saja, tetapi harus melewati bundaran di Jalan Metro agar tidak ada pertemuan antara Rajawali dan Jalan Penghibur.

“Menurut beberapa masyarakat yang ditemui mengatakan bahwa dibandingkan yang sebelumnya inilah yang lebih bagus karena biasa setiap harinya ada kemacetan yang terjadi di jalan masuk Metro depan Rujab Walikota Makassar, kalaupun ada kemacetan paling karena adanya event di Losari dan juga malam minggu,” tutupnya Mario. (Sriastuti)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya