Pembukaan Jalan Bua -Torut Hampir mi Rampung

06 November 2019 13:12
Pembukaan Jalan Bua -Torut Hampir mi Rampung
Gubernur memerintahkan Dinas Bina Marga Pemprov Sulsel untuk membuka akses jalan ke daerah tersebut.

 

BugisPos — Salah satu misi Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah adalah membuka daerah terisolir. Di Luwu Raya, selain Seko, Rampi juga ada Bastem menjadi daerah terisolir.

Gubernur memerintahkan Dinas Bina Marga Pemprov Sulsel untuk membuka akses jalan ke daerah tersebut. Mobil ke Seko dan Rampi telah sampai. Meskipun masih butuh perjuangan dan waktu. Lantaran medan jalannya belum sepenuhnya mengalami pengerasan.

Terbaru, pembukaann akses jalan poros Bua tembus Toraja Utara juga tengah mengalami peningkatan pengerjaan, meliputi pelebaran jalan. Ditargetkan segera di selesaikan.

Dari pantauan Palopo Pos di lokasi, akhir pekan lalu. Akses jalan Bua tembus Toraja Utara yang melewati Desa Puty (Labokke) terus ke Desa Posi, dan Bastem sedang dilebarkan.

Nampak ada tiga alat berat yang bekerja. Dua ekskapator untuk mengeruk dan memindahkan material tanah dan bebatuan. Satu lagi alat berat pemecah batu.

Lebar jalan pun diperkirakan mencapai 30 meter. Beberapa titik berupa pendakian curam, dan butuh pengikisan.

Adapun besaran anggaran untuk pembukaan dan pelebaran badan jalan sepenuhnya menggunakan APBD Provinsi Sulsel tahun 2019 sebesar Rp21.304.665.800 dengan lama pengerjaan 210 hari kerja dimulai sejak 21 Mei 2019, lalu, yang dikerjakan PT Lantoraland.

Pekerjaan ini mendapat pendampingan dari TP4D Kejati Sulsel. Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah dalam postingan di akun instagram-nya beberapa hari lalu menampailkan sejumlah foto-foto progres pengerjaan jalan poros Bua-Torut.

Di dinding instagramnya, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengatakan, progress pengerjaan jalan yang menghubungkan Luwu dengan Toraja Utara sepanjang 38 kilo meter terus mengalami peningkatan.

Jalan ini akan menghubungkan Bua-Pakkalolo-Bastem-Rantepao, sebagai jalan poros yang akan menghubungkan Bandara La Galigo Bua di Kabupaten Luwu dengan Rantepao, Toraja Utara.

“Jika sebelum pengerjaan jalur tersebut ditempuh sekitar 2,5 jam, maka setelah pengerjaan waktu tempuh jadi lebih cepat sekitar 1 jam,” tulisnya.

Jalur ini juga akan membuka wilayah Bastem yang selama ini terisolir. “Kita harapkan juga akan meningkatkan perekonomian di kawasan Luwu Raya, Bandara Bua yang saat ini telah diperluas juga akan menjadi bandara alternatif bagi turis mancanegara yang hendak ke Toraja,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda, Rudy Jamaluddin mengatakan, untuk proyek fisik APBD 2020 akan dipacu sudah mulai jalan Desember 2019.

“Tahun ini, progres serapan anggaran masih cukup rendah. Khusus serapan fisik baru mendekati 60 persen. Data dari sistem, baru sekitar 57 persen untuk realisasi fisik,” kata Rudy, Rabu (6/11/2019).

Katanya, hal ini terjadi sebab banyak anggaran teralokasi ke pembangunan fisik, totalnya hampir Rp600 miliar. Dan serapan anggaran, juga terpengaruh lelang yang lamban.“Tetapi kita akan pacu tutup tahun bisa tembus 90 persen realisasi,” bebernya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah ingin percepatan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2020. Ditargetkan, pada bulan Maret, proses lelang sudah selesai, sehingga April sudah mulai pelaksanaan pekerjaan.

“Kita tidak mau lagi seperti itu. Desember sudah harus masuk (diusul) ke ULP,” kata Nurdin. (syahrul)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya