Ini mi Indikator Mutu Bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah

11 November 2019 18:36
Ini mi Indikator Mutu Bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Edy Suandi Hamid, M.Ec

BugisPos — Mutu adalah keniscayaan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Kehadiran PTM bukan sekedar ada, namun untuk berkontribusi melahirkan insan cerdas, percaya diri dan berakhlak mulia.

Demikian ditegaskan, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Edy Suandi Hamid, M.Ec, pada kuliah umum di hadapan civitas akademika Unismuh Makassar, Senin (11/11/2019) di Pusdiklat Unismuh Makassar di Bolangi Gowa.

Dijelaskan, kuantitas penting sebagai organisasi dakwah, namun kualitas lebih penting hadir dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi ummat manusia

Indikator mutu dapat diamati pada kepemilikan sumber daya manusia berkualitas dengan indikator jumlah guru besar dan pangkat fungsional, jenjang pendidikan akademik dosen serta karya penelitian dan publikasi bermutu, tegas Rektor dua periode UII Jokyakarta ini.

Indikator lainnya adalah proses belajar mengajar yang terstruktur, baik dan disiplin. Kondisi demikian tentu melahirkan lulusan yang unggul pula dalam pengetahuan.

Selain itu lulusan akan mendapatkan keterampilan serta karakternya mendapatkan kepercayaan publik, sehingga menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa untuk memperoleh pendidikan. Selain itu sarana dan prasarana pendidikan yang baik juga jadi penentu, kata Ketua APTISI Pusat pada masanya ini.

Semua PTM diarahkan menjadi PT Unggul. Mencapai target itu maka harus dibentuk team akreditasi pada setiap prodi, baik yang baru reakreditasi, maupun yang sudah 1-2-3-4 akreditasi. Jangan menunggu sudah dekat baru dikerja tidak boleh tiba masa tiba akal, kata Edy Suandi.

Kuliah umum ini mengusung tema “Peningkatan Mutu Berkelanjutan dan Internasionalisasi PTM.

Rektor Unismuh Makassar diwakili Wakil Rektor I, Dr. Ir. H.Abdul Rahim Nanda, MT dalam sambutannya mengatakan kegiatan kuliah umum ini sangat urgent dalam menyikapi perkembangan dan perubahan dimasa mendatang.

Strategi kampus menghadapi perubahan itu harus secepatnya melakukan adaptasi secepat perubahan itu, kemudian kampus melakukan inovasi yang kelak menjadi pemicu akselerasi kampus.

Menghadapi perubahan yang sangat cepat itu tidak boleh ada PTM yang diam terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya, kata doktor ilmu teknik PPs-Unhas ini.

Turut Hadir Ketua BPH Unismuh Makassar, Dr. Ir. H.M Saiful Saleh, M.Si, Wakil Rektor II, Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, Wakil Rektor lll, Dr. Muhammad Tahir, M.Si, Wakil Rektor IV, Ir. H Muh Saleh Molla, MM.

Hadir juga Ketua LPM Unismuh, Dr. H. Lukman Hakim, M.Si, Ketua LP3M, Dr. H.Abu Bakar Idham, M.P, Direktur KHP, Dr. H. Mahmud Nuhung, MA, Direktur Pascasarjana, Dr. H. Darwis Muhdina, M.Ag serta para dekan, wakil dekan dan kaprodi Unismuh Makassar.

Selain itu, turut hadir Ketua STISIPOL Muhammadiyah Sinjai, Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si, ketua STKIP Muhammadiyah Barru, Dr Andi Fiptar Abdi Alam, M.Si. (Ma’ruf/Yahya)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya