Gubernur Sulsel Bertekad Basmi Stunting

13 November 2019 13:39
Gubernur Sulsel Bertekad Basmi Stunting
Stunting yaitu suatu kondisi pada balita di mana tinggi badan sangat kurang jika dibandingkan dengan umur mereka

 

BugisPos –Pemberantasan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh satu pihak saja. Sebab stunting merupakan bukti rendahnya kualitas kesejahteraan sebagian kelompok masyarakat.

Stunting yaitu suatu kondisi pada balita di mana tinggi badan sangat kurang jika dibandingkan dengan umur mereka. Masalah ini biasanya disebabkan beberapa faktor antara lain kondisi sosial ekonomi, gizi ibu hamil dan kekurangan gizi pada bayi.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, bahwa stunting seharusnya tidak boleh terjadi di Sulsel, mengingat predikat provinsi ini sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Maka dari itu, dia meminta kepada seluruh jajaran kesehatan di daerahnya agar lebih menguatkan kolaborasi dalam pemberantasan stunting, mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa.

“Kalau semua berkolaborasi, bersinergi, saya yakin pencegahan stunting itu bisa kita atasi,” kata Nurdin Abdullah usai melakukan upcara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Rujab Gubernur, Selasa (12/11/2019).

Di samping itu, kata Nurdin Abdullah, perbaikan data penduduk juga harus dilakukan seperti data tingkat pendapatan, data riwayat kesehatan, terlebih lagi data kehamilan. Sebab ibu hamil dengan kondisi ekonomi lemah biasanya sangat rawan. Maka dari itu harus segera dilakukan antisipasi secara dini.

“Ini harus kita fokuskan. Tapi saya kira intinya adalah stunting itu kita bisa atasi dengan antisipasi dini. Nah kalau kita punya database, seperti ketika terdeteksi hamil, kita sudah lihat riwayat pendidikan, pekerjaan, itu kan penting, apalagi sangat berpengaruh oleh gizi,” paparnya.

Nurdin menambahkan bahwa untuk mencegah masalah stunting di Sulawesi Selatan, pihaknya telah menyiapkan anggaran masing-masing untuk tiap daerah pada tahun 2020 mendatang.

“Tahun 2020 itu cukup besar anggaran kita untuk stunting. Bahkan sekarang kita memberikan daerah Rp100.000.000 untuk mengawali supaya jangan lagi terjadi stunting,” sebut Nurdin.

“Dalam kehamilannya itu kita pantau, kemudian dipantau juga sampai anak ini lahir dengan usia 2 tahun. Nah usia 2 tahun ini perkembangan otak di situ. Kalau sudah 2 tahun kita sukses Insya Allah dalam perkembangan ke depannya ini anak-anak bisa tercegah dari stunting. Itu 1000 hari pertama kehidupan,”. (syahrul)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya