Mungkin mi Supomo Guntur Sedih, Putranya Dicopot

21 November 2019 17:26
Mungkin mi Supomo Guntur Sedih, Putranya Dicopot
Edwar Supriawan dan Sulyadi Putra Perdana SG

BugisPos — Roh almarhum Supomo Guntur, mantan Sekda dan Wakil Walikota Makassar, yang di tempat peristirahatannya di Pemakaman Keluarga, Desa Bontomantene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, boleh jadi sangat bersedih mendengar putranya bersama kemenakannya dicopot.

Pasalnya, baru saja putri tersayangnya, Yayang, meninggal dunia, pada waktu yang hampir bersamaan, putranya, Sulyadi Perdana Putra SG, bersama kemenakannya, Edwar Supriawan, dicopot dari jabatannya, terkait kasus video dukungan bersama Syahrul Yasin Limpo yang viral, ke Capres Jokowi pada masa Pilpres 2019 yang lalu.

Sulyadi Perdana Putra SG, diangkat jadi Sekcam Rappocini, sekaligus jadi Plt Camat Rappocini. Selanjutnya dia diangkat jadi Camat Rappocini oleh Walikota Danny Pomanto. Sedang Edwar Supriawan, diangkat hadi Camat Mamajang.

Saat mereka jadi camat itulah, bersama tiga belas camat lainnya se kota Makassar, diajak oleh Syahrul Yasin Limpo merekam pernyataan sikap mendukung Capres Joko Widodo, yang kemudian jadi viral di seantero negeri.

Setelah masa jabatan Walikota Danny Pomanto berakhir pada 8 Mei 2019, peta politik berubah. Situasi pemerintahan di Pemkot Makassar pun berubah. Itu setelah Iqbal Suhaeb menjabat Pj Walikota. Lantas ke 15 Camat se Makassar itu dikembalikan ke jabatannya semula, bersama lebih seribu pejabat lainnya.

Sulyadi Putra Perdana yang akrab dipanggil Ginggi, dikembalikan menjadi Kabid Pengawasan di Dinas Penataan Ruang kota Makassar. Sedang Edwar kembali jadi Kabid Gakum di Satpol PP kota Makassar.

Nah, di jabatan inilah mereka dicopot oleh Pj Walikota Makassar, atas perintah Kementerian Dalam Negeri, dengan tuduhan pelanggaran ASN yang tidak netral di Pilpres 2019.

Sesungguhnya, baik Ginggi maupun Edwar dapat menerima kenyataan ini dengan hati yang sabar, meskipun sesuatu dalam dadanya cukup mengguncang. Faktanya, mereka tak banyak bicara.
Tetapi di tengah masyarakat Kota Makassar, terutama di kalangan keluarga besar almarhum Supomo Guntur, mereka terlihat merasahan kepedihan yang mendalam. Apalagi di akhir-akhir masa hidup Supomo Guntur, justeru mantan Kepala Biro kepegawaian Pemprov Sulsel ini, adalah salah satu tokoh berpengaruh yang total mendukung pencalonan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel 2018 lalu.

Usdar Nawawi, ketua Nurdin Abdullah Community (NAC) Sulsel kepada BugisPos.com mengatakan, memang dirinya di awal-awal perjuangan Nurdin Abdullah menuju kursi gubernur Sulsel, sering bersama Supomo Guntur di Jl.Haji Bau, markas utama Tim Pemenangan Nurdin Abdullah, yang saat itu masih berpasangan dengan Tanribali Lamo.

Kemudian Supomo Guntur meninggal karena sakit, maka tokoh masyarakat Jeneponto ini tak lagi mengikuti perkembangan ketika Andi Sudirman Sulaiman tampil mendampingi Nurdin Abdullah, hingga terpilih jadi gubernur/wakil gubernur Sulsel.

Kata Usdar, bagaimana pun pasti Supomo Guntur sedih mendengar putra dan kekenakannya menjadi korban politik. Terapi itulah kenyataan yang mesti diterima. Begitulah garis perjalanan hidup manusia, yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dan tentunya pada situsi seperti ini, tak perlu dikait-kaitkan hubungan antara Supomo Guntur, Nurdin Abdullah, dan langkah Pj Walikota menjalankan perintah Kemendagri. (adi)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya