Tauwwa, Santri Wadizzuhur Dapat Ijazah ki di Madinah

22 November 2019 12:48
Tauwwa, Santri Wadizzuhur Dapat Ijazah ki di Madinah
Pondok Pesantren Tahfidzhul Quran Wadizzuhur.

BugisPos — Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang paling diminati saat ini, seolah menjadi magnet bagi para orang tua.

Di era modern ini ternyata pondok pesantren mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya, salah satu yang menjadi favorit calon santri adalah Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an yang telah banyak tersebar di kota-kota bahkan sampai ke pelosok desa.

Pondok Pesantren Tahfidzhul Qur’an Wadizzuhur misalnya, yang berlokasi di Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Cukup membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dari Kota Makassar.

Alhafidz Ust. Mujawwid Arif selaku pimpinan pondok saat dihubungi BugisPos.Com Kamis malam (21/11/2019) mengatakan bahwa dirinya sengaja mencari lokasi pondok yang sedikit jauh dari kota, menurutnya dalam menghafal Al Qur’an santri butuh ketenangan dan konsentrasi yang cukup.

“Iya pondok kita ini memakai konsep alam jadi santri selain bisa tenang menghafal, jiwanya juga ikut tenang karena bisa menikmati indahnya alam pegunungan,” ungkapnya.

Untuk bisa menjadi bagian dari para penghafal di Pondok Wadizzuhur cukup anda membayar 5 juta rupiah saja sebagai uang pembangunan asrama dan 400 ribu rupiah perbulannya.

“Tapi ada juga yang kita gratiskan jika memang ada minat dan bakat jadi hafidz. Tapi sekiranya ada yang sangat berminat tapi bakatnya masih rendah maka saya akan fasilitasi kejaringan Pesantren Darul Istiqamah lainnya”. Lanjutnya.

Pondok Pesantren Tahfidzhul Qur’an Wadizzuhur saat ini membina 33 orang santri dengan 5 orang ustadz. Dan menjadi salah satu penyuplai mahasiswa ke Arab Saudi. Kedepannya pihak pondok akan membangun asrama baru untuk memenuhi calon santri pada tahun ajaran baru nantinya.

Pondok Wadizzuhur fokus pada mata pelajaran Tahsin, Tahfidz, Bahasa Arab dan Mutun Ilmiyah. Saat ini santri Wadizzuhur juga terdaftar program Kelas jauh masjid Nabawi di Madinah, jadi mereka menyetor hafalan 5 kali sepekan ke Syekh di Madinah dan setelah ujian akhir mereka dapat ijazah dari sana.

Kita berharap masyarakat ikut terlibat dalam mendukung cita-cita mulia pondok pesantren yang ada didaerah kita masing, sehingga pesantren mampu menjadi pelopor pendidikan berkarakter Amal Ma’ruf Nahi Mungkar.

(R. Daeng Palallo)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya