Prof Rahman Rahim: Ekonomi Harus ki Jadi Pilar Gerakan Dakwah Muhammadiyah

23 November 2019 01:37
Prof Rahman Rahim: Ekonomi Harus ki Jadi Pilar Gerakan Dakwah Muhammadiyah
Ketua Majelis Ekonomi PWM Sulsel, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM, pada pembukaan Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Hotel Eka, Sengkang

BugisPos — Ekonomi harus jadi pilar gerakan dakwah Muhammadiyah. Muktamar 47 telah mengamanahkan memulai gerakan ekonomi persyarikatan ini. Pengembangan usaha-usaha dan persyarikatan adalah langkah awal.

Demikian penegasan Ketua Majelis Ekonomi PWM Sulsel, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM, pada pembukaan Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah, di Hotel Eka, Sengkang Wajo, Jumat malam (22/11/2019).

Dijelaskan, pengembangan yang dimaksud, adalah menyesuaikan dengan peluang dan salah satu puluang adalah di sektor agribisnis, seperti pembudiyaan jagung dan peternakan ayam kampung untuk pembibitan serta pembesaran ayam pedaging.

Potensi dan peluang inilah yang harus dikoneksikan, dan Unismuh Makassar telah memulai. Ini yang kita kembangkan di daerah-daerah dan dikelola oleh Pimpinan dan warga Muhammadiyah, tandas profesor pertama dosen tetap yayasan Unismuh Makassar ini.

Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah ini dibuka oleh Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr KH Mustari Bosra.

Pada sambutan pembukaan dikatalan, Muhammadiyah sejak awal sudah digerakkkan oleh saudagar. Bahkan Islam pada masa awal juga digerakkan oleh saudagar, oleh sebab itu jiwa saudagar pada dasarnya lekat dengan para penggerak Islam.

Dalam perkembangan Muhammadiyah, lanjut Mustari, pendiri Muhammadiyah adalah seorang pedagang. Muhammadiyah di Sulsel pun diperkenalkan oleh pedagang, yakni Mansyur Al Yamani, asal Madura.

Mustari pun mengajak untuk mengembangkan persyarikatan dengan pilar ekonomi.

Bupati Wajo Dr.Amran Mahmud pada kesempatan itu memaparkan, Wajo memiliki potensi yang cukup potensial ada areal persawahan sangat luas untuk mengembangkan gerakan ekonomi rakyat.

Selain itu ada tambak seluas 14 000 ha, ada gas alam dan masih banyak lagi yang perlu di kembangkan.

Misi Wajo sebagai amanah serta dapat mensejahterakan rakyat dengan menata komunitas padi, jagung, dan sektor pariwisata.

Pemda Wajo kembangkan program mencetak 10.000 pengusaha dari pemuda wajo dan sinergi ekonomi Muhammadiyah, tandasnya.

Pertemuan ini merupakan rangkaian acara peringatan Milad ke 107 Muhammadiyah tingkat Wilayah Sulawesi Selatan.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Wajo, H Amran, SE, para ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel.

Puncak milad akan digelar Sabtu malam (23/11/2019) di lapangan Merdeka, Sengkang.

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya