Pammase Puang, 4 Hari ki Bertaruh Nyawa, Sempat Tongki Disambar Hiu

28 November 2019 23:37
Pammase Puang, 4 Hari ki Bertaruh Nyawa, Sempat Tongki Disambar Hiu

 

BugisPos — 12 orang pemancing asal Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah terkatung-katung di laut selama 4 hari lamanya.

Seperti dilansir dari TV One pada Kamis (28/11/2019) melalui telewicara dengan salah satu korban yang terdampar, Ekky Azwar.

Menurutnya, mereka berjumlah 12 orang menaiki sebuah kapal untuk melakukan pemancingan di daerah Banggai Laut sekitar 12 jam perjalanan dari Kota Banggai pada Jumat tanggal 22 November 2019. Akan tetapi ditengah perjalanan kapal yang mereka tumpangi mengeluarkan asap sehingga mereka berinisiatif untuk mengambil jaket pelampung untuk segera meninggalkan kapal karena takut kapal akan meledak.

Lanjut Ekky kemudian, sebelum mereka meninggalkan kapal mereka sempat membawa kasur dari kapal untuk dipakai selama di laut.

Diterkam Hiu

Pada hari pertama, pasca meninggalkan kapal, Ekky dan teman-temannya berpegangan pada kasur yang mereka bawa, tujuannya agar mereka tidak terpisah satu sama lain.

Pada malam harinya, salah satu rekannya sempat disambar ikan hiu, karena malam begitu gelap mereka tak bisa melihat satu sama lain. Nasib mujur masih mengikuti mereka, ikan hiu yang tadinya menyambar tiba-tiba meninggalkan mereka.

Keadaan teman Ekky yang tersambar hiu cukup parah, karena sebagian betisnya hilang. Untuk menghentikan pendarahan, mereka mengikat kaki temannya itu agar darah tidak mengucur yang dapat mengundang hiu untuk datang kembali.

Keesokan harinya, barulah mereka mengatur strategi dengan menaikkan kakinya diatas kasur agar tidak disambar hiu.

“Karena dilaut, kaki itu terlihat terang sehingga rawan jadi sambaran hiu,” imbuh Ekky.

Pada hari kedua itu, mereka menemukan rakit rumpon sehingga rakit rumpon yang terbuat dari bambu itu menjadi pertolongan pertama untuk dipakai sebagai perahu darurat.

Dipandu Ikan Lumba-Lumba

Pada hari kedua itu, ada setitik harapan menyertai, karena segerombolan ikan lumba-lumba yang mengikuti rakit bambu yang mereka tumpangi. Mereka menyertai disisi kanan, sisi kiri dan belakang rakit mereka. Padahal pada saat itu arus laut sangat kencang sekali.

Akhirnya pada hari ketiga, mereka menemukan rakit bambu rumpon yang kedua, yang akhirnya mereka satukan untuk dapat ditumpangi.

Diserang 3 Hiu

Pada malam harinya, mereka kembali mendapat teror berupa serangan tiga ekor ikan hiu, untungnya mereka berada diatas rakit bambu yang dapat menghalangi serangan ikan hiu tersebut.

“Sekitar 3 ekor ikan hiu yang menyerang kami lagi, untungnya terhalang oleh rakit bambu yang kami tumpangi.

Ditolong Nelayan

Memasuki hari ke empat, mereka berusaha mendayung rakit-rakit bambu yang mereka temukan untuk mencari pertolongan.

Usaha merekapun berhasil, pertolongan Tuhan datang. Mereka bertemu dengan nelayan yang sementara memacing disekitar rumpon di perairan Morowali.

“Kami akhirnya ditolong oleh nelayan tersebut,” ucap Ekky lewat sambungan telepon.

“Selama kami terdampar, kami tidak makan dan tidak minum, kami hanya berdoa dan saling menguatkan satu sama lain,” jelas Ekky ketika ditanyakan perihal tersebut.

“Sementara teman kami yang digigit hiu telah mendapat perawatan di rumah sakit di Banggai,” tambahnya.

“Sedangkan kami dan teman-teman yang lain, saat ini kondisinya sudah pulih seperti semula,” tutup Ekky.

Sumber : TV One
Editor : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya