Bukan Jin, ini mi Aktornya Mesjid Megah 12 Kubah

30 November 2019 10:19
Bukan Jin, ini mi Aktornya Mesjid Megah 12 Kubah
"Tidak ada arsiteknya itu mesjid pak, Puang saja yang mencoret-coret diatas kertas lalu kami yang mengerjakannya hingga seperti sekarang ini. Rencananya dibagian basement mesjid akan dibuat kamar untuk imam mesjid," tambah Wawan dengan logat Sunda yang kental.

BugisPos — Sejumlah asumsi berkembang terkait mesjid megah di tengah hutan di Dusun Langkowa Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan yang tengah viral di media sosial, mulai dari siapa pemiliknya hingga siapa yang menjadi tukang pembangunan mesjid tersebut.

Yang paling santer berkembang di masyarakat bahwa mesjid itu dibangun oleh sekawanan jin penghuni Gunung Lompobattang.

Hal ini berkembang karena tidak pernah diketahui oleh masyarakat di daerah desa tetangga tentang aktifitas pembangunan mesjid itu.

Mereka menduga berdirinya mesjid megah di kaki Gunung Lompobattang itu seperti kisah Nabi Sulaeman AS dengan Ratu Bilqis, dimana Nabi Sulaeman memerintahkan kawanan jin Ifrit untuk memindahkan istana Ratu Bilqis kehadapan Nabi Sulaeman.

Padahal sesungguhnya yang menjadi aktor pembangunan mesjid itu adalah tiga orang tukang batu asal Sukabumi, Jawa Barat yang bernama Umay, Mitra dan Wawan.

Menurut mereka ketika ditemui oleh BugisPos.com dalam Tour Jurnalistik pada Jumat (29/11/2019) mengatakan bahwa area perkebunan kopi itu dibuka pada tahun 2008 oleh pemiliknya H. Busli Saraka atau yang akrab dipanggil Puang.

“Kira-kira 2011 dimulai pengerjaan mesjid itu, awalnya ditempat itu ada 3 batu besar tempat orang desa membawa sesaji Pak,” ujar Umay yang mengaku sudah 11 tahun berada dan bekerja di perkebunan tersebut.

“Kemudian batu itu dibakar dan kemudian dihancurkan untuk dijadikan batu pondasi bagi mesjid,” lanjut Umay yang diamini Mitra dan Wawan.

“Jadi pembangunan mesjid itu pak, dicicil-cicil, jadi hingga kini belum selesai, tiba-tiba mendadak viral,” jelas Wawan lagi.

“Tidak ada arsiteknya itu mesjid pak, Puang saja yang mencoret-coret diatas kertas lalu kami yang mengerjakannya hingga seperti sekarang ini. Rencananya dibagian basement mesjid akan dibuat kamar untuk imam mesjid,” tambah Wawan dengan logat Sunda yang kental.

Mesjid yang memiliki 12 kubah ini, memiliki luas dalam mesjid 11 M2 dan luas mesjid dengan teras luar 16 M2 dan memiliki tempat wudhu dan toilet di basement mesjid dengan arsitektur bergaya Istambul Turki.

Penulis : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya