Fenomena Ningsih Tinampi, Pasien Antri ki Bede Hingga 2021

04 December 2019 19:37
Fenomena Ningsih Tinampi, Pasien Antri ki Bede Hingga 2021
Ningsih Tinampi mengobati pasien ( foto : JatimNow.com)

 

BugisPos — Ningsih Tinampi, wanita asal Pasuruan Jawa Timur ini mendadak heboh seantero negeri setelah video pengobatannya viral di media sosial. Pasiennya tiba-tiba membludak dari berbagai daerah dan kabarnya pasien yang ingin ditangani olehnya sudah antri hingga Januari 2021.

Seperti dilansir dari TV One pada Rabu (4/12/2019), pasien yang datang bukan saja dari dalam negeri, bahkan ada yang datang dari Amerika Serikat.

Untuk sekali berobat di Klinik Pengobatan Ningsih Tinampi untuk pendaftaran reguler dikenakan tarif Rp.300.000 sedangkan untuk jalur khusus dikenakan tarif sebesar Rp.1.500.000 itupun dibatasi hanya sampai 40 orang pendaftar saja.

Ningsih membuka praktek selama 24 jam penuh dengan rata-rata pasien 100 orang perhari. Dia hanya beristirahat sejenak untuk kemudian menangani pasien kembali.

Menurutnya ketika diwawancarai bahwa metode pengobatannya ini sama untuk semua penyakit, dan dapat mengobati penyakit fisik dan psikis.

“Yah kelihatannya memang sama tapi sebenarnya beda untuk setiap penyakit, cuma saya yang tahu jalurnya,” ucapnya.

“Pengobatan saya cuma menggunakan media botol dan kalau mau pulang ta’kasih aqua,” jawabnya ketika ditanyakan perihal media pengobatannya.

“Mengenai tarif untuk berobat, ini saya mau jelaskan, sebenarnya saya tidak memberikan tarif akan tetapi pasien sendiri yang memberikan tarif seperti itu,” terangnya.

“300 ribu itu tidak masuk diperutku semua, karena saya memberikan makanan sekitar 400 orang setiap hari di klinik saya,” lanjutnya

“Semua pasienku itu sudah seperti keluarga semua walaupun saya tidak kenal, itulah mereka juga yang mengusulkan seperti ini,” kuncinya.

Terkait fenomena ini, Kohar dari Dinas Kesehatan Jawa Timur menanggapi bahwa mereka melakukan pembinaan pengobatan untuk pengobatan accupressure, refleksi, herbal dan lain-lain dengan sistem AR Rahman yang artinya Aman, Rasional Murah dan Manusiawi.

“Masyarakat kita sudah pandai, kejadian seperti ini sudah pernah juga marak, lambat laun apabila masyarakat sudah tahu efek dari pengobatannya, maka mereka akan hilang dengan sendirinya,” bebernya.

Senada dengan Kohar, H. Ainul Yaqin yang mewakili Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menegaskan bahwa semua penyakit yang diturunkan oleh Allah maka Allah juga menurunkan obatnya, jadi manusia dituntut untuk berikhtiar.

Terkait fenomena pengobatan Ningsih Tinampi, MUI Jatim menghimbau agar masyarakat dapat melihat secara rasional karena memang setiap kesembuhan itu datangnya dari Allah SWT.

 

Sumber : TV One

Editor    : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya