Andi Hasdullah “Goyang ki” Hotel Claro

14 December 2019 18:48
Andi Hasdullah “Goyang ki” Hotel Claro
Andi Hasdullah memberikan paparan untuk sensus penduduk 2020.

 

 

BugisPos — Kepala Dinas Kominfo-SP Sulsel, Andi Hasdullah kembali menggoyang para peserta sosialisasi Sensus Penduduk Indonesia 2020 pada Sabtu (14/12/2019) di Hotel Claro Makassar.

Hasdullah menjadi narasumber dalam makalahnya yang berjudul, Dukungan Dinas Kominfo Dalam Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.

Dalam penyajian materinya, Hasdullah meneriakkan, “mari bersama kita sukseskan sensus penduduk 2020” yang disambut dengan teriakan peserta “yes, yes, yes” yang menggoyang ruangan di Hotel Claro.

Dalam awal penyampaiannya, Hasdullah memancing tawa para peserta dengan joke-joke ala public relation miliknya.

“Saya kemarin ngopi bareng dengan Kadis Kominfo Makassar, saya katakan bahwa : you cant forget everything, just only one that you cannot forget is your wife (Kamu dapat melupakan semuanya, tetapi hanya satu yang tidak bisa kamu lupakan yaitu istrimu)” candanya.

Lanjut Hasdullah, dari big data pada tahun 2015, penduduk Indonesia sekitar 255 juta dan diperkirakan pada tahun 2019 penduduk Indonesia pada tahun 2019 sekitar 266,97 juta jiwa.

“Dalam sensus penduduk 2020 ini, harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinir mulai dari pusat hingga ke daerah,” urai Hasdullah.

“Saya berharap dalam sensus penduduk 2020, masyarakat harus berbondong-bondong dan berperan aktif untuk mendata dirinya secara aktif, seperti pada Pilpres 2019 yang baru saja dilaksanakan,” harapnya.

“Dalam sensus penduduk 2020 dilakukan dua metode yaitu metode konvensional dan metode digital, yang mana berdasarkan data, 45% masyarakat pegguna medsos adalah ibu-ibu, mahasiswa dan kaum pelajar, sedangkan untuk area blank spot di Sulsel itu berkisar 20 % yang ini kita gunakan metode konvensional untuk mendatanya,” jelasnya panjang lebarnya.

“Tujuannya diadakan sensus ini untuk mendata latar belakang etnis, agama, data pekerjaan dan data ekonomi agar lahir kebijakan dari pemerintah yang pro rakyat, ini agar bansos yang digelontorkan pemerintah tidak salah sasaran karena data yang tidak valid,” tambahnya.

“Ini tentunya untuk perbaikan sosial budaya untuk Indonesia maju,” kuncinya.

Penulis : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya