Menjelang Tahun Baru

16 December 2019 04:11
Menjelang Tahun Baru
Oleh : Usdar Nawawi

 

BugisPos — Kurang lebih sama dengan tahun-tahun sebelumya, menjelang malam tahun baru 2020, masyarakat pada sibuk melakukan persiapan-persiapan yang hebat. 

Cara-cara mereka dalam merayakan malam pergantian tahun, banyak macamnya, banyak modelnya, gayanya beraneka ragam. Ada yang menyiapkan pertunjukan musik dangdut, dengan mendirikan panggung di tepi jalan. Kata mereka, itulah panggung hiburan untuk malam pergantian tahun. Warga bergantian naik panggung menyanyi, pidato, joget-jogetan, bahkan ada juga yang khusus naik naik panggung untuk menangis meraung-raung.

Ada juga yang sibuk berkumpul bakar-bakar ikan, bakar-bakar jagung, menggoreng kacang, atau sibuk memasak atau membakar ayam, bikin cobe-cobe, lalu menari-nari dan menyanyi untuk menyambut datangnya tahun baru. 

Anak-anak dan para remaja, juga tak kalah sibuknya. Mereka  dengan semangat empat lima membunyikan mercun, membakar kembang api. Bahkan masih ada juga yang suka membunyikan meriam bambu. Sesudah itu, mereka gabung dengan ibu-ibu melahap ayam panggang, ikan bakar, dan segala rupa yang bisa dimakan.

Kesibukan semua itu, tentu masih dalam batas-batas yang bisa dipertanggung jawabkan secara moral. Sebab mereka hanya sebatas hura-hura, dan senang-senang menyambut datangnya saat pergantian tahun pada jam 00.00.

Yang ekstrim ialah, adalah mereka yang merayakan malam pergantian tahun dengan pesta miras. Ada pesta bir di THM atau dimana saja, ada pesta ballo di lorong-lorong. Dan mereka pun pada mabuk menjelang subuh. 

Parahnya lagi, sebab banyak di kalangan pemuda yang merayakan malam pergantian tahun itu dengan pesta seks. Mereka dengan semangat berapi-api berpesta seks bebas, tanpa memikirkan akibatnya.

Bayangkan saja betapa sedihnya, sebab anak-anak gadis di malam pergantian tahun itu, malah mempersiapkan diri melepas keperawanannya bersama cowok-cowok mereka. Karena itulah Dinas Kesehatan bersama Satpol PP biasanya merazia apotik pada setiap menjelang tahun baru, agar jangan jor joran menjual kondom. Pengalaman yang lalu-lalu, pada pagi tanggal 1 tahun baru itu, banyak berserakan kondom bekas.

Akibat kebebasan di malam tahun bari itu, jadinya banyak anak-anak gadis kita yang hamil akibat seks bebas di malam tahun baru. Dan bila sudah terjadi yang demikian, maka dukun aborsi pun ketiban rezki. Kendatipun pada gilirannya mereka banyak yang kesandung hukum.

Fenomena seperti ini, harusnya menyadarkan kalangan orang tua, agar tak membiarkan anak-anak  mereka merayakan malam tahun baru di luar rumah. 

Apa susahnya menugaskan anak-anak membakar-bakar ikan di halaman rumah? ***

 

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya