Pesan na Gubernur, Ayo Santun dan Produktif di Medsos

24 December 2019 15:14
Pesan na Gubernur, Ayo Santun dan Produktif di Medsos

BugisPos — Gubernur Nurdin Abdullah meminta agar perayaan natal dan menyambut tahun baru di Sulsel kiranya dapat berjalan lancar hikmat dan merefleksi diri untuk menatap kehidupan dan pembagunan daerah kita yang makin maju.

Kita akan jadikan Sulsel sebagai barometer indonesia kawasan timur ajakan Gubernur Nurdin Abdullah untuk terus perkuat persatuan dan menjadikan Sulsel sebagai rumah kita sendiri, bahu membahu menciptakan kondusifitas dan optimisme kebahagian dan kesejahtraan.

Perayaan natal dan tahun tahun baru 2020 adalah momen yang penting baik perayaaan natal bagi yang merayakannya maupun momen melepas tahun 2019 dan menyonsong tahun baru 2020.

Momentun itu diharapkan berjalan dengan lancar, aman dan penuh makna optimis kedepan lebih baik lagi. Hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin, hari esok lebih baik lagi dari pada hari ini, tahun depan 2020 lebih baik lagi dari tahun 2019.

Olehnya itu kepada masyarakat umum terutama netizen pengguna media sosial agar terus melakukan gerakan Sulsel, ayo santun dan produktif di medsos, dalam bentuk menghindari dan menangkal hoax, konten negatif yang provokasi yang biasanya sengaja dishare di medsos oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab.

Gubernur Nurdin Abdullah meminta perayaan natal dan tahun baru ini 2020 berjalan lancar dan aman menjadi momen untuk merefleksi dan menghadirkan optimisme kebahagian dan kesejahtraan yang makin baik di Sulawesi Selatan.

Kadis kominfo-SP, Ir. H. Andi Hasdullah, M.si menyebut bahwa dalam berita bohong itu dan provokasi itu diciptakan oleh orang-orang yang cerdas tapi jahat- lalu kemudian di share dibagikan oleh orang baik tapi tidak cermat, sehingga perlu terus kita ingatkan, edukasi publik diperkuat karena hoax dan provokasi hanya bisa berefek kepada netizen yang tak cerdas, jadi imun daya tahan kita diperkuat sehingga pengaruh hoax itu tak berpengaruh.

“Jadi berita yang masuk di medsos kita itu harus di saring dulu baru share,” ujar Hasdullah melalui rilis persnya pada Selasa (24/12/2019).

“Medsos harus digunakan pada hal yang positip disitu bertukar ilmu, mudahkan segala urusan, perkuat silaturahmi bahkan digunakan untuk bisnis,” tambahnya.

“Meninggalkan medsos hal yang negatif karena jejak digital tak kan pernah bisa terhapus untuk selamanya, salamaki,” pungkas Hasdullah.

Sumber: AH
Editor : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya