HTTP Status[404] Errno [0]

Penanganan Jalan Sabbang – Seko Bukan Kaleng-Kaleng Tauwwa

02 January 2020 13:56
Penanganan Jalan Sabbang – Seko Bukan Kaleng-Kaleng Tauwwa
Jalan menuju Seko

BugisPos — Penanganan poros jalan Sabbang – Seko sejauh 130 km mengalami progres yang sangat cepat. Seperti diketahui sebelumnya, daerah Seko yang masuk di daerah segitiga emas Sulsel, Sulbar dan Sulteng merupakan daerah yang cukup terisolir.

Dahulu untuk akses kesana, kita mesti menggunakan ojek motor yang dimodifikasi yang tarifnya hingga jutaan sehingga terkenal sebagai tarif ojek termahal di dunia.

Akan tetapi dibawah komando Gubernur Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman, Seko yang berada di Kabupaten Luwu Utara menjelma menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru, karena sebagian infrastruktur jalan yang selama ini jadi kendala sudah dibenahi.

Sebelum ada akses jalan, jarak tempuh mencapi 1 hingga 2 hari, saat ini sudah dapat ditempuh dengan waktu 4 sampai 5 jam saja.

Kadis Kominfo-SP Provinsi Sulsel, Ir. H. Andi Hasdullah, M.Si yang ikut dalam rombongan itu menyebutkan bahwa Berdasarkan data yang dihimpun dari one data Sulsel selaku walidata menerangkan panjang jalan ruas Sabbang-Seko 130 km. Progres penanganan jalan hingga akhir Desember 2019 adalah kondisi jalan yang beraspal sepanjang 43,5 KM dan sisanya kondisi pengerasan gravel tanah, sebagian lagi berupa pembukaan dan pelebaran sepanjang 87 km.

“Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk tahun 2019 sebesar 49, 075 milyar yang meliputi APBN 28 M, APBD Provinsi Sulsel sebesar 13.075 M, serta bantuan keuangan provinsi 8 M,” terang Hasdullah kepada BugisPos pada Kamis (02/01/2020).

Lanjut Hasdullah, pekerjaan jalan akan dilanjutkan tahun 2020 dengan peningkatan alokasi anggaran sebesar 133 Milyar (APBN 28 M, DAK 42.46 M, APBD PROV 62.56 M) untuk paket pekerjaan pengaspalan sepanjang 41 km dan selanjutnya pekerjaan ruas Sabbang Seko akan terus dilanjutkan sampai tuntas pada tahun anggaran berikutnya (sumber data Disbinamarga dan balai besar jalan).

“Dana jalan masuk Seko 2019 sebesar 49 M lebih dan tahun 2020 sebesar 133 Milyar, sisa terget penyelesaian pada tahun 2021,” urainya.

“Pada tahun 2021 estimasi biaya kita masih butuhkan sekitar 250 milyar dari keseluruhan panjang jalan sudah kondisi teraspal, termasuk beberapa titik jembatan dan pelebaran jalan,” kuncinya.

Penulis : One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya