Perawat dan Bidan, Organ Vital ki di Rumah Sakit.

11 January 2020 15:34
Perawat dan Bidan, Organ Vital ki di Rumah Sakit.

 

BugisPos. Bekerja sebagai perawat atau bidan, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan, bahkan harus rela meninggalkan keluarga di rumah, demi mengembang tugas sebagai perawat atau bidan dan terkadang perawat menjadi sasaran kemarahan pasien.

Perawat adalah garda depan tim medis yang kerap berinteraksi langsung dengan pasien. Tak heran jika ada keluhan dari pasien, orang pertama menerima keluhan itu adalah perawat.

Sekedar diketahui profesi perawat tidak semua orang bisa melakoninya. Mereka membutuhkan pendidikan dan praktik langsung. Peran dan profesi perawat sangat dibutuhkan, meski kadang ada orang tak menghargai profesi perawat, hanya menganggap perawat sebagai pembantu dokter.

Meski begitu perawat tetap
sabar dan bermental kuat, apalagi menghadapi beragam karakter pasien berikut keluarganya.

Bahkan tidak sedikit perawat menjumpai keluarga pasien yang menuntut perawat harus sesuai keinginannya, karena kadang ada pasien maupun keluarga pasien yang merasa lebih tahu tentang penyakit sang pasien, padahal mereka hanya mencari tahu dari internet. Sehingga perawat dituntut harus sabar dan bermental kuat menghadapi pasien.

Sistem kerja shift pagi, siang, dan malam sudah menjadi makanan keseharian bagi para pekerja medis termasuk perawat. Kadang kala saat mendapat shift malam, banyak perawat harus terjaga dan menahan rasa kantuknya saat bekerja.

Tak sedikit perawat yang merasa kurang tidur dan istirahat. Kendati demikian, perawat selalu menerima konsekuensi dari pekerjaan yang telah dijalaninya. Mengingat profesi perawat banyak memberikan kontribusi nyata sebagai penyelamat kemanusiaan.

Meski memiliki duka, perawat juga merasa bangga dengan profesi yang dipilihnya. Mereka mengaku senang bisa membantu orang lain dan berkontribusi nyata.

Direktur RSUD HA.Sulthan Dg Radja dr.H.Abdur Rajab, H, MM saat bincang dengan media ini beberapa hari lalu mengakui, profesi seorang perawat pasti ada suka dukanya. Tidak sedikit tantangan dihadapi perawat, meski begitu dia selaku Direktur selalu mengingatkan para perawat dan bidan, agar selalu sabar dan ikhlas dalam menekuni pekerjaannya. Meskipun diakui seorang perawat harus meninggalkan keluarganya demi melaksanakan tugas, yang kerap membuatnya kurang tidur, apalagi yang bertugas pada malam hari hingga pagi.

Menurut dr.Rajab,, seorang perawat dan bidan adalah organ vital pada setiap rumah sakit. Dokter, bidan dan perawat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pemberian layanan kesehatan.

” Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang tidak mengenal lelah, sehingga wajar mereka itu diberi apresiasi,” kata dr.Abdur Rajab.- Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya