Buntut Hak Angket, Tersangka mi Jumras 

12 January 2020 03:01
Buntut Hak Angket, Tersangka mi Jumras 
Jumras

 

BugisPos — Mantan Kadis PU Binamarga Sulsel, Jumras, yang kemudian menjabat Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel yang mengurusi tender proyek fisik, kemudian dicopot jabatannya itu, kini semakin tersudut setelah gubernur Nurdin Abdullah tak mencabut laporannya ke Polrestabes Makassar. Jumras harus pasrah dijadikan tersangka.

Penyidik Reskrim Polrestabes Makassar dengan tegas menetapkan Jumras selaku tersangka berdasarkan bukti-bukti hukum yang ada.

Perkara yang menjerat Jumras sebagai tersangka, adalah soal kasus pencemaran nama baiknya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengaku, pasal yang menjerat Jumras masing-masing ada ancamannya.

“Jeratan hukuman penjaranya ada dalam masing-masing pasal,” ungkap Indratmoko kepada media, Selasa, 7/1/2020. 

Jumras dijerat dengan pasal 242 tentang keterangan palsu, pasal 310 pencemaran nama baik, dan pasal 311 tentang fitnah.

Seperti pada pasal 242, Jumras diancam penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 310 dan 311 diancam penjara empat tahun.

“Ancaman hukumannya dicek di Google saja, semua kan dijelaskan secara detail disitu, jadi Google saja,” jelas Indratmoko.

Dikatakan,  Jumras resmi sebagai tersangka setelah tim penyidik Satreskrim melakukan gelar perkara, Senin, 6/1/20.

“Senin gelar perkara dinaikan statusnya Jumras dari saksi atau terlapor menjadi tersangka,” ungkap Indratmoko.

Indratmoko menjelaskan, Jumras tidak ditahan pihak penyidik. Tetapi dia masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Tidak ditahan, hanya kita panggil lagi dia untuk diperiksa lagi. Statusnya tersangka, kita periksa lagi,” tambahnya.

Jumras dijerat dengan Pasal 242 tentang keterangan palsu, Pasal 310 pencemaran nama baik, dan Pasal 311 tentang Fitnah.

Sebelumnya, status Jumras ini “digantung” Polrestabes Makassar. Karena Gubernur Nurdin Abdullah belum cabut laporannya. Perjalanan kasus laporan Jumras ini sejak awal September 2019. Pada pertengahan September, ia dipanggil, tapi tidak hadir.

Lalu, Senin (16/9/19) Jumras pun memenuhi panggilan pihak Satreskrim. Dia diperiksa sekitar 20 jam, didampingi kuasa hukum. Dalam kasus ini, bukan Jumras saja yang diperiksa, tertapi ada juga politisi, Arum Spink, Fahruddin Rangga, dan Kadir Halid.

Kadir, Arum dan Fachruddin diperiksa tim penyidik sebagai saksi kasus pencemaran nama baik Gubernur Prof Nurdin Abdullah.

Kemudian, bulan November 2019. Status kasus tersebut digelar tim penyidik. Status kasus naik, dari penyelidikan jadi penyidik.

Saat itu, tim kuasa hukum terlapor Jumras termaksud juga Jumras secara terbuka di media, minta maaf atas laporan itu (**)

Editor : zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya