Mantap tong, Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

12 January 2020 03:02
Mantap tong, Merdeka Belajar dan Guru Penggerak
Oleh : Usdar Nawawi

 

 

BugisPos — Pj Walikota Makassar DR Iqbal Suhaeb, luar biasa cepat tanggap terhadap perkembangan terbaru di republik ini. Tujuannya tentu saja demi kemajuan di kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepada pengurus PGRI kota Makassar yang bersilaturrahmi ke Pj Walikota, Iqbal Suhaeb, Sabtu, 14/12/2019,  menkankan soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak.

Iqbal sejatinya sungguh terpikat dan sependapat dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim, tentang konsep pendidikan nasional modern dan proporsional. Konsep pendidikan yang produktif, kreatif, inovatif, dan punya daya saing dalam kerangka globalisasi dunia pendidikan modern. 

Menurut Iqbal, PGRI memiliki peran strategis sebagai kontributor utama yang menekankan konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak.

 

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang berpidato pada momentum Hari Guru Nasional  25 November 2019, menelorkan konsep baru bagi dunia pendidikan di tanah air. 

 

Nadiem mengemukakan, merdeka belajar itu artinya unit pendidikan yakni sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Itulah yang disebut sebagai Merdeka Belajar.

Sedang soal Guru Penggerak, bukanlah tentang gaya guru yang suka-sukanya menggerakkan murid atau siswanya kumpul uang sumbangan untuk seremoni perpisahan siswa, seremoni ulang tahun guru, seremoni penerimaan siswa, seremoni penerimaan rapor, atau seabrek gaya seremoni lainnya yang membebani kocek orang tua murid atau siswa. 

Seremoni yang sungguh bikin sakit kepala dan uring-uringan bagi barisan orang tua siswa.

Guru Penggerak juga bukanlah guru yang sengaja menugaskan peserta didiknya membeli sapu di pasar dibawa ke sekolah. Bukan menyuruh siswanya membeli kerajinan tangan di pasar lalu disetor ke sekolah. Bukan memerintahkan muridnya membawa sebakul songkolo dan telur saat seremoni peringatan Maulid Nabi di sekolah. Bukan, ya bukan !!!

Tetapi Guru Penggerak ialah guru yang diharapkan dapat mengambil tindakan yang muaranya memberikan hal yang terbaik untuk peserta didik. Gerakan di masing-masing sekolah, gerakan yang namanya guru penggerak.

Hendaknya di semua unit pendidikan baik di sekolah ataupun universitas ada paling tidak satu guru penggerak. Guru yang mengutamakan murid dari apa pun, bahkan dari kariernya, mengutamakan murid dan pembelajaran murid. Guru yang mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh, tanpa diperintah, untuk melakukan yang terbaik. 

Guru penggerak adalah guru yang selalu melakukan berbagai macam inovasi pembelajaran yang dapat menghasilkan siswa yang cerdas baik secara akademik, kreatif, inovatif maupun siswa yang berkarakter.

Bagaimana pemerintah bisa membantu memerdekakan guru penggerak untuk melakukan berbagai macam inovasi. Namun memang tidak semua inovasi harus sukses. Ya, memang iya.

Hanya saja dalam menyukseskan Merdeka Belajar dan Guru Penggerak ini, bukanlah kerja yang gampang. Tetapi butuh kerja keras dan butuh waktu yang panjang,

Gaya dan karakter guru dan peserta didik butuh waktu yang lama untuk mengubahnya. Dan yang ditakutkan, bahwa bisa saja program seperti ini, akan berubah di saat pergantian Menteri. Tak terkecuali di Makassar, bisa saja hal itu berubah ketika ada pergantian kepemimpinan. Bahwa dinamika tentang kebijakan, kebiasaan, aturan, dan lain-lainnya, selalu berubah di saat ada pergantian di level pengembil kebijakan. Sungguhkah ? ***

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya