Stadion Mattoanging, Narumit kamma

23 January 2020 09:37
Stadion Mattoanging,  Narumit kamma
Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Stadion Mattoanging, yang belakangan berubah nama menjadi Stadion Andi Mattalatta, yang terletak di bilangan Jl.Cenderawasih kota Makassar, kini tengah terjebak pada situasi yang rumit. Bikin puyeng pemprov Sulsel. Sungguh !!!

Rumitnya itu di sini ; YOSS yang mengelola stadion itu sudah berlangsung 37 tahun, kemudian mau lagi teken kontrak baru dengan PT. PSM Makassar pada 2019. Pihak pemprov Sulsel rada kaget juga, lantas berkata, lhaa mengapa PSM teken kontrak penggunaan Stadion Mattoanging dengan YOSS, memangnya YOSS yang punya? Itu kan milik Pemprov Sulsel, aset negara.

Dari situlah agaknya pemprov berfikir realistis, berfikir soal penyelamatan aset, dan pemprov Sulsel pun bikin rencana hebat dengan merenovasi stadion yang sudah tua bangka ini, untuk dipercantik sehingga kembali menjadi stadion kebanggaan masyarakat Sulsel.

Bahkan pemprov sudah menyiapkan anggaran 200 milyar rupiah sebagai renovasi tahap pertama. Tetapi kemudian mendapat perlawanan dari YOSS. Dia tak ingin mengosongkan stadion. Dan ujung-ujungnya YOSS memperkarakan pemprov Sulsel di PT TUN Makassar. Sepertinya YOSS keberatan mengapa dicabut dari posisi pengelola.

Bahkan tatkala Satpol PP dan aparat keamanan hendak mengosongkan stadion, mendapat perlawanan kencang dari pihak YOSS. Ceritanya tentu menambah panjang kerumitan dari rencana pemprov merenovasi stadion ini.

Dari situlah carut-marut yang rumit itu mulai bergulir. Dan sampai saat ini masih saja bertegang-tegang di antara ke dua pihak. Ada anggota dewan minta Nurdin Abdullah temui YOSS, tapi mantan bupati Bantaeng ini menolak. Di mana harga diri pemprov, ketus Nurdin Abdullah.

Prinsip pemprov Sulsel, stadion itu sudah mesti beralih ke tangan pemprov. Wakil Ketua KPK RI, Laode Syarief sendiri di Kantor Kemendagri, Selasa, 27/8/2019 lampau, menegaskan, aset tersebut adalah milik pemprov. Nilainya mencapai Rp 2,5 triliun. Ini aset negara yang harus diselamatkan.

Tapi YOSS tetap saja bersikukuh tak mau melepas. Apa sebab-musabab? Entahlah, pengadilan TUN juga belum mengeluarkan keputusan atas gugatan YOSS. Sementara pemprov sudah memandang perlunya segera stadion ini direnovasi.

Dan memanglah sebaiknya sesegera mungkin stadion ini direnovasi, biar layak digunakan sebagai stadion kebanggaan masyarakat. Bukan stadion yang menyedihkan, bikin miris.

Tetapi nantilah kita akan lihat bagaimana endingnya. Siapa yang keok di persoalan rumit ini. Dan mungkin saja pada akhirnya, akan ada pihak yang tersangkut hukum, kendatipun gubernur Nurdin Abdullah tak ingin ada yang menjadi pesakitan dalam konteks kerugian negara di stadion ini. Nurdin Abdullah ingin agar semuanya baik-baik saja.

Semoga saja demikian, agar tak ada korban hukum, demi kebaikan bersama. Sebab sesungguhnya stadion ini adalah milik rakyat Sulawesi Selatan.

Ada contoh yang bagus, tatkala Pemprov mengambil alih Gedung Juang 45 di Jl. Sultan Alauddin. Adem-adem saja.

Andi Rio dari Perusda Sulsel yang ikut ketemuan pengelolanya, malah mendapat sambutan yang hangat. Mereka bilang, Andi Sose memang berpesan, agar pengelola jangan pernah merasa jadi pemilik gedung ini. Sebab ini aset pemprov, aset negara.

Sungguh, pengalihan Gedung Juang 45 ke Pemprov tak serumit dengan Stadion Mattoanging. Tentu kita semua boleh mendoakan almarhum Andi Sose, karena kebaikannya. Dia membangun Gedung Juang 45, kemudian dengan tulus menitipkan untuk diserahkan ke Pemprov Sulsel. Andi Sose sungguh tokoh pejuang yang luar biasa ***

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya