Mantap Mentong Pers Menggelorakan Gerbang Ibu Kota Negara

09 February 2020 12:29
Mantap Mentong Pers Menggelorakan Gerbang Ibu Kota Negara

BugisPos — Hari Pers Nasional yang dipusatkan di kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari Sabtu tanggal 08/02/2020.

Hari Pers Nasional tahun ini mengangkat Tema “Pers menggelorakan Kalimantan Selatan gerbang ibukota negara”

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa setiap peringatan hari pers saya selalu menyempatkan diri untuk hadir, karena pernah sekali saja saya tidak hadir waduh saya dibuat kapok ( Presiden sambil tertawa). Mengatur waktu saya sulit. Hari ini saya ada kunjungan ke Canberra (Australia), tapi demi Hari Pers Nasional saya ke Banjarmasin dulu.

“Mengapa saya harus hadir karena insan pers adalah sahabat saya sehari hari, kenapa seperti itu, karena kemanapun saya pergi yang selalu ikut bersama saya adalah wartawan, menteri kadang-kadang tidak ikut, tapi wartawan pasti ikut. (Hadirin memberikan aplaus sambil tertawa), yang mengejar saya sehari hari adalah insan pers. Yang membuat saya gugup dan gagap karena saya belum siap menjawab sesuatu adalah insan pers. Jadi berhadapan dengan insan pers, bukan benci tapi rindu tetapi selalu dihati dan selalu rindu”, kata Jokowi.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada pers karena selalu konsisten mewartakan berita pembangunan dan kerja-kerja pemerintah, termasuk kritikan baik yang pedas, yang tidak pedas maupun kritik yang biasa-biasa saja.

Lanjut Jokowi, saya juga mengapresiasi insan pers sebagai pilar demokrasi yang keempat yang berperan besar dalam partisipasi masyarakat dan menjaga situasi bangsa yang tetap kondusif.

Jokowi juga menyinggung tentang pemindahan ibu kota negara. Pemerintah sangat serius dalam rangka percepatan. Ibu kota membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik dan sistem kerja yang baik.

Pemindahan ibu kota negara akan menunjukkan keunggulan kita sebagai bangsa, karena tidak sekedar memindahkan ibu kota, bukan hanya memindahkan kantor, bukan!, Bukan hanya memindahkan lokasi, bukan hanya memindahkan orang, bukan, tapi karena kita mau menginstal sebuah sistem sehingga terjadi pola perubahan nantinya. Pindah pola pikir, pindah pola kerja dan pindah kecepatan kita dalam bekerja.

Lanjut Jokowi, dari desain yang terpilih dari 257 yang ikut sayembara ibu kota negara kita akan menetapkan kota abad 21 yang perduli terhadap lingkungan yang sangat hijau, yang friendly city, smart city yang kompleks city dan semua kendaraan harus listrik, ramah pejalan kaki, ramah bagi orang yang bersepeda dan dekat dengan alam. Harapnya.

Jokowi menambahkan, bahwa kita juga ingin perpindahan ibu kota untuk transformasi ekonomi baru yang berbasis riset dan inovasi. Kantor kantor pemerintahan manjadi smart office, dibangun klaster klaster riset dan inovasi kelas dunia. Imbuhnya.

Jokowi juga menyinggung soal pemindahan Ibu Kota. “Jadi Pemindahan ibu kota negara akan menunjukkan keunggulan kita sebagai bangsa, karena tidak sekedar memindahkan ibu kota, bukan hanya memindahkan kantor, bukan!, Bukan hanya memindahkan lokasi, bukan hanya memindahkan orang, bukan, tapi karena kita mau menginstal sebuah sistem sehingga terjadi pola perubahan nantinya. Pindah pola pikir, pindah pola kerja dan pindah kecepatan kita dalam bekerja”.

Pemindahan Ibu Kota bukan hanya bahwa kita juga harus membangun infrastruktur, bukan saja di ibu kota negara, tapi juga daerah daerah sekitarnya termasuk di Kalimantan Selatan ini, tegasnya.

Kepada awak media Atal S Depari Ketua PWI pusat mengatakan, bahwa hoax tak hanya internasional, tapi Nasional, olehnya itu negara harus hadir untuk mencegah hoax, hoax ini muncul di medsos. mari kita sama sama mencegahnya, ungkapnya.

Kemudian PWI berharap pers juga menggelar anugerah kebudayaan sebab bangsa ini adalah kebudayaan dan pers juga melaksanakan Seminar stantin, kuncinya.

Selaku tuan rumah hari Pers Nasional, Sahbirin Noer Gubernur Kalimantan selatan mengatakan, bahwa Pers ini adalah milik rakyat, negara adalah sebuah keabadian, bangsa adalah negara keabadian.

Lanjut Sahbirin, bahwa Jokowi membangun negeri ini dengan berwawasan lingkungan dan Jokowi telah menetapkan Kaltim sebagai ibu kota negara, padahal Kalsel sangat mengharapkan menjadi ibukota, tapi biarlah yang penting Kalsel menjadi pintu gerbang ibukota negara. Kata Sahbirin

Hari Pers Nasional juga dihadiri beberapa tokoh nasional seperti
Puan Maharani ketua DPR RI, Bambang Susatyo Ketua MPR RI, Mahfud MD Menko polhukam,
Moeldoko Kepala Staf kepresidenan,
Jhonny G Plate Menteri Kominfo,
Yasonna Laoly Menkumham, dan
Muhammad Nuh ketua dewan pers.

Author : R.D’Palallo

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya