Kenapa Pale Promkes Rumah Sakit Belum Seksi Dibicarakan. Ini Penjelasan nya

13 February 2020 10:39
Kenapa Pale  Promkes Rumah Sakit Belum Seksi Dibicarakan. Ini Penjelasan nya

BugisPos.-Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) masih belum menjadi isu yang seksi untuk dibicarakan, alias hanya menjadi program pelengkap yang terselip pada instalasi rawat jalan, maupun ruang tunggu pasien rumah sakit.

Kenapa demikian, menurut
Kasubag Humas dan Promkes RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba Gumala, karena Promosi Kesehatan ( Promkes ) masih belum dikenal oleh banyak orang, bahkan kadang masyarakat masih menganggap pelayanan kesehatan hanya meliputi upaya kuratif dan rehabilitatif saja, yakni pengobatan dan penyembuhan semata, yang membuat seseorang masih ber paradigma sakit bukan ke arah paradigma sehat.

Sebagai fakta konkrit, jika kita melihat di RSUD Bulukumba, masih terdapat keluarga dan pengunjung rumah sakit yang tidak berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti masih adanya membuang sampah sembarangan tempat seperti di dikoridor maupun ruang tunggu pasien, belum lagi jika kita melihat di toilet.

Selain itu, belum berjalan optimalnya larangan merokok di rumah sakit sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), padahal, kata Gumala, sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur yaitu PERDA Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang salah satunya adalah lingkungan Rumah Sakit

Pada sisi kesehatapun, sambung Gumala, sudah sangat jelas ditekankan, bahkan telah dijabarkan secara gamblang terkait PHBS dimana kebersihan akan menimbulkan rasa nyaman, bahkan disebut kebersihan adalah sebagian daripada imam.

“Begitupula dengan rokok, sudah sangat jelas disampaikan terkait mudarat yang ditimbulkan mulai dari gangguan kehamilan hingga serangan jantung yang mengakibatkan kematian,” sebut Gumala.

Contoh tersebut merupakan satu dari banyak contoh yang lain, yang menganggap persoalan kesehatan hanya pada meliputi dua aspek yakni pengobatan dan penyembuhan. Padahal ada aspek yang lain dan lebih utama yakni aspek kewaspadaan atau pengendalian diri agar tidak terjangkit penyakit, aspek ini merupakan aspek pencegahan yang selalu di dengung-dengung oleh petugas Promosi Kesehatan.

“Tentunya dari berbagai contoh kasus diatas, membuat kita harus bijak dalam melihat kejadian yang ada, sehingga mengapa kemudian promosi kesehatan belum begitu dikenal dikalangan masyarakat.
Hal ini kemungkinan disebabkan beberapa hal diantaranya promosi kesehatan belum tersosialisasikan dengan baik dan pasif, promosi kesehatan bisa saja belum menjadi prioritas utama dalam upaya preventif, ataukah kekurangan SDM menjadi faktor penghambat untuk menjalankan promosi kesehatan tersebut, atau mungkin kurangnya sarana dan prasarana pendukung,” urai Kasubag Humas dan Promkes RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba ini.

Selain itu, katanya, terdapat faktor lain yang juga harus mendapat perhatian, yakni faktor perilaku, tentunya perilaku tersebut sangatlah dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan, jadi tepat salah satu ayat Allah SWT yang artinya, ” Tidak akan berubah suatu kaum, kalau bukan kaum itu sendiri yang berubah”. Hal ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya kesadaran individu seseorang dalam merubah paradigma berpikirnya.

Yang pasti, promosi kesehatan tidak boleh berhenti hanya dengan adanya beberapa faktor yang menjadi penghambat, karena dalam melaksanakan fungsi sebagai pemberi layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative, Rumah Sakit juga harus menyelipkan dan menyelenggarakan PKRS.

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit adalah merupakan upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, memberikan kemandirian, agar pasien
dapat mempercepat proses kesembuhannya, serta memiliki pengetahuan dalam
mencegah masalah-masalah kesehatan terutama dalam keluarganya dan lingkungannya.

” Oleh karena itu, apapun tantangan yang dihadapi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, tetap memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan promosi kesehatan yang meliputi penyuluhan, edukasi – edukasi kepasien, dan pemberian informasi terkait kesehatan,” papar ibu berkacamata ini.

Dia yakin, upaya promosi kesehatan yang dilakukan oleh PKRS RSUD Bulukumba, cepat atau lambat akan membuat masyarakat lebih paham dan mengerti bagaimana cara menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. – * Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya