Sulsel Lebih Siap ki Hadapi PON XX

15 March 2020 18:12
Sulsel Lebih Siap ki Hadapi PON XX
Waketum III KONI Sulsel Prof.Dr.Musakir, S.H.M.H.

BugisPos — Di antara 25 cabang olahraga yang sudah tampil memaparkan programnya, tinggal satu cabor yang belum bisa menyusun program latihan yang baik. Yang lain sudah bagus, tinggal disempurnakan. Itu menunjukkan, seleksi pelatih yang dilakukan KONI pada waktu Sulsel Prima itu berhasil karena mereka semua sudah pintar membuat program latihan.

Wakil Ketua Umum III KONI Sulsel Prof.Dr.Musakir, S.H., M.H. yang membawahi Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel mengatakan, pelatih cabor yang menangani atlet PON XX ini adalah mereka ketika Program Sulsel Prima pada tahun 2017-2018,sebanyak 70 orang mendaftar mengikuti tes.

Yang lolos hanya 40 orang lebih. Dan, ternyata mereka itu mampu memperlihatkan mampu menangani kepelatihan untuk para atletnya.
“Ini yang menggembirakan. Dan ini merupakan kombinasi pelatih muda dan senior.

Bahkan bukan hanya yang senior bisa membuat program, melainkan yang senior pun sudah bisa membuat program,” ujar Musakir, setelah memantau langsung “sharing program” selama tiga hari (11 s.d. 13 Maret 2020) antara Pembinaan Prestasi KONI Sulsel dengan cabang-cabang olahraga di Kantor KONI Sulsel yang ditangani Prof.Dr.A.Ihsan, M.Kes dan Drs.Syamsuddin Umar, M.Si.
Musakir yakin, jika para pelatih konsisten melaksanakan pelatihan seperti yang sudah dipaparkan, bukan tidak mungkin berhasil mencapai apa yang ditargetkan. Ini juga membutuhkan dukungan dana dan keseriusan para atlet dalam berlatih.

Musakir menyakini, memang ada satu dua pelatih cabor yang belum paham memaparkan program pelatihannya, namun setelah diberikan masukan oleh Prof.Dr.Andi Ihsan, M.Kes dan Drs.Syamsuddin Umar, M.Si, mereka kemudian memahami dan penyusunan program pelatihannya sudah bagus.
“Saya senang karena hanya satu saja dari 25 cabang yang sudah mempresentasikan program pelatihannya, belum memahami cara membuat program pelatihan, ” sebut maha guru Fakultas Hukum Unhas tersebut.
Kelihatannya mereka sudah siap sekali menjalankan program pelatihannya.

Ketika berlangsung rapat Pengurus KONI Sulsel dengan para pelatih cabor 10 Maret 2020 malam, memang ada yang menilai presentasi program pelatihan itu terkesan mendadak.

Namun Prof. Musakir yakin, jika setiap cabor memang sudah melaksanakan pelatihan, pasti akan siap  mempresentasikannya di depan Bidang Binpres KONI Sulsel kapan pun diperlukan.

“Saya punya strategi, jika ada cabor yang mengatakan mendadak, berarti mereka tidak punya program pelatihan selama ini. Namun ternyata mereka justru siap,” sebut Karateka Sabuk Hitam Sulsel tersebut.

Menurut Musakir, dia gembira karena hampir semua pelatih cabor mampu menyiapkan program pelatihannya dan jelas ke depan akan siap melaksanakan pelatihan sesuai dengan program yang telah dipresentasikannya.
“Jadi, kan semua terukur,” sebut mantan Wakil Rektor III Unhas tersebut.
Jika dibandingkan persiapan PON XIX Jawa Barat, Musakir menilai, kesiapan para pelatih cabor jauh lebih baik menjelang PON XX Papua.

“Ini lebih siap. Jauh lebih siap,” tegasnya.
Bahkan, kata Musakir, seperti dilaporkan Juru Bicara KONI Sulsel M.Dahlan Abubakar, dari 25 cabang olahraga yang telah mempresentasikan programnya, sekitar 80-90% program mereka sudah tertuang di dalamnya dan tergambar apa yang akan dilakukan menghadapi PON XX/2020 Papua mendatang.
Setelah usai “sharing program” dari 27 cabang olahraga yang terdaftar ikut PON XX, hanya dua cabor yang belum ikut, yakni Sepakbola (dan Futsal) dan Panjat Tebing.

“Atlet Sulsel yang terdaftar ikut PON XX hingga saat ini sebanyak 192 orang,” ujar Dahlan Abubakar.

Penulis: (Zhoelfikar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya