Siapa Pasien Suspect Corona 02, Misterius na

23 March 2020 22:51
Siapa Pasien Suspect Corona 02, Misterius na
Ilustrasi

BugisPos — Sejak diumumkan pada hari Kamis (19/03/2020) oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terkait dua warga Sulsel yang terjangkit Coronavirus (Covid 285 dan Covid 286) masih menyisakan tanda tanya besar di masyarakat.

Pasien suspect 01 telah diketahui identitasnya yaitu Almarhumah Hapsah umur 55 tahun beralamat di Jalan Rajawali 3 Makassar. Almarhumah masuk ke Rumah Sakit Siloam seminggu setelah pulang dari umroh dengan keluhan diare serta demam dan setelah melalui pemeriksaan torax didapati menderita Pneumonia di kedua paru-paru. Empat hari setelah itu, Almarhumah akhirnya wafat tepatnya pada tanggal 15 Maret 2020. Namun setelah dilakukan pemeriksaan sample diketahui terjangkit Coronavirus (Covid 285) empat hari kemudian (19/03/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BugisPos dari Dinkes Makassar, saat ini sudah 65 orang yang diperiksa terkait contact tracking dengan Almarhumah dan sudah dilakukan isolasi rumah untuk mereka. Pemerintah Kota Makassar telah melakukan isolasi wilayah dan penyemprotan cairan disinfektan untuk wilayah tersebut.

Yang membuat masyarakat menjadi paranoid terhadap penyebaran Coronavirus ini karena tidak transparannya Pemerintah Sulsel terkait identitas pasien suspect Corona 02 yang diketahui berjenis kelamin laki-laki, dirawat di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo yang sudah divonis sehat oleh dokter bahkan sempat bercanda karena katanya sudah lama tidak makan konro. Dia divonis positif Coronavirus (Covid 286)

Rumor yang beredar di masyarakat, bahwa pasien Suspect Coronavirus 02 itu adalah salah satu pejabat Pemprov Sulsel.

Menurut salah satu ASN Pemprov Sulsel yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kepada BugisPos pada Sabtu (21/03/2020) bahwa pemerintah harus transparan terkait identitas pasien suspect ini, karena orang yang melakukan kontak selama 14 hari terakhir dapat memeriksakan dirinya sebagai langkah preventif.

“Iyaa, semestinya ada transparansi seperti misalnya Wali Kota Bogor Bima Aria, keluarga Menpan Tjahyo Kumolo, Budi Karya (Menhub) semuanya terbuka dan terus terang, sehingg clear infonya,” keluhnya.

Hal ini ketika ditanyakan kepada Kadinkes Sulsel M. Ichsan Mustari selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) Provinsi Sulsel via WhatsApp hingga berita ini dimuat belum memberikan jawaban.

Terpisah, perwakilan Asosiasi Relawan Kedokteran Indonesia, dr. Abdul Azis dalam rapat sosialisai Posko dan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Baruga Pattingalloang mengatakan, Virus Corona ini adalah bencana biologis yang perlu diantisipasi secara bersama-sama. Dan salah satu upayanya dengan lebih memasifkan informasi tentang social distancing.

“Dengan social distancing cukup 14 hari, rantai penularan Virus Corona itu bisa kita putus,” katanya.

Upaya lain yang harus dilakukan adalah dengan transparansi informasi. “Misalnya ada korban di satu tempat, harus diinfokan, minimal info wilayahnya. Selain itu harus ada tim yang melakukan contact tracking,” jelasnya.

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya