Kamase, Virus Corona Hantui Makassar

26 March 2020 13:10
Kamase, Virus Corona Hantui Makassar
Tenaga medis di sebuah Rumas Sakit yang sedang merawat pasien covid-19

BugisPos – Pada Kamis, 19/3/20, Sulsel digemparkan dengan ditemukannya dua orang dinyatakan positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Inilah yang menjadi kasus pertama di Sulsel, yang diumumkan oleh gubernur Nurdin Abdullah dalam jumpa pers di kediaman pribadi Nurdin Abdullah Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea.

Hari itu juga Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengumumkan di Graha BNPN Jakarta, bahwa Sulsel ditemukan dua orang kena virus corona.

Satu orang perempuan yang meninggal di RS Siloam tanggal 15//3/20, dan baru dinyatakan kena virus corona tanggal 19/3/20 dari hasil pemeriksaan mayat perempuan tersebut yang baru keluar dari Jakarta.

Perempuan ini baru saja menunaikan ibadah umroh bersama 20 jamaah lainnya. Ke 20 orang tersebut, kata Kadis Kesehatan kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin yang dihubungi BugisPos.com via WA, sudah diperiksa di RS Wahidin, dan mereka disuruh pulang ke rumah masing-masing untuk mengisolasi diri, dan mereka dalam pemantauan pihak rumah sakit dan Dinkes kota Makassar.

Sedangkan laki-laki yang kena covid-19, oleh gubernur Nurdin Abdullah menolak menyebutkan namanya. Kabarnya orang ini juga baru saja menunaikan ibadah umroh.

Kadis Kesehatan Sulsel yang diminta wakil gubernur Andi Sudirman Sulaiman, agar menyebutkan saja nama laki-laki tersebut.

“Namun Kadis Kesehatan Sulsel menolak menyebutkan nama yang bersangkutan karena terikat oleh Undang-undang” kata Andi Sudirman yang dikonfirmasi BugisPos.com. Dr Naisyah sendiri yang ditanya BugisPos siapa sebenarnya pasien covid-19 tersebut, hanya terdengar tertawa dari balik telepon.

Kadis Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari menyatakan terdapat penambahan pasien Covid-19 di Sulsel merupakan hasil dari uji laboratorium Unhas di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Hal itu diungkapkan Ichsan Mustari saat video conference, Rabu malam, 25/3/2020.

“Jadi hasil yang kita dapatkan ini berkat uji laboratorium Unhas yang di-update pukul 16.00 Wita. Sementara yang kita kirim ke Puslitbang Kemenkes, ada yang belum kembali hasilnya,” kata Ichsan.

Terkait sembilan pasien baru ini, Ichsan merinci mereka semua dirawat di Makassar. Masing-masing 5 di ruang isolasi RSUP Wahidin Sudirohusodo, 1 di RS Unhas dan 3 di RS Siloam.

Tak hanya pasien positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga meningkat menjadi 64 orang, 57 masih dirawat, dan 7 sudah dinyatakan sehat. Khusus Orang Dalam Pemantauan (OPD) ada 155 orang, 119 orang masih pemantauan dan 36 sudah selesai.

Saat dikonfirmasi terkait permintaan membuka data pasien positif seperti yang dilakukan oleh Prof Idrus Andi Paturusi. Ichsan menyebut sesuai aturan pihaknya tidak bisa mengungkapkan.

“Jadi semua yang baru ini identitasnya mulai Ina Covid-19 nomor 773-781 hasil ini merupakan hasil pemeriksaan. Data yang positif secara umum tidak bisa dibuka karena kerahasiaan pasien. Tetapi kita tetap lakukan tracking buktinya ODP terus bertambah,” katanya.

Pernyataan Pj Walikota Makassar

Pj Wali Kota Makassar, DR Muh. Iqbal Samad Suhaeb menggelar presscon terkait mewabahnya Covid-19 di Kota Makassar melalui aplikasi yang disediakan, Selasa, 24/3/2020. Menurut Iqbal, virus Corona di Kota Makassar telah memakan korban jiwa yang sebanyak 3 orang

“Jadi sudah ada 3 yang meninggal, 1 yang sebelumnya dari umrah tapi belum keluar hasil tes nya lalu meninggal, dan ada juga yang dari pertemuan Gereja di Bogor dan yang baru-baru ini di RS Grestelina yang memang datanya positif virus Corona”, jelas Iqbal

Iqbal menerangkan, penderita positif Covid-19 yang meninggal dari pertemuan Gereja di Bogor sempat dirawat di Rumah Sakit (Rs) Siloam

“Kalau tidak salah dirawat di Rs Siloam, sebelumnya yang bersangkutan sempat melakukan pertemuan gereja ke Bogor, dan pulang di Raha”, jelas Iqbal.

Melihat bertambahnya positif virus Corona di Makassar, Pj Wali Kota menyatakan pihaknya akan lebih tegas lagi terhadap masyarakat yang melakukan perkumpulan-perkumpulan.

“Jadi nanti malam, saya akan melalukan pertemuan dengan aparat TNI dan Polri untuk membahas terkait Penertiban warga yang masih melakukan perkumpulan, dan untuk Kecamatan, kami sudah melakukan koordinasi dengan Koramil dan Camat, karena saya lihat masih banyak warga yang pandang enteng kasus ini (Covid-19)”, tegas Iqbal.

Pj Walikota menyatakan, dalam menekan penyebaran Covid-19, Pemkot Makassar telah memesan Rapid Test sebanyak 25 ribu khusus untuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Jadi yang disiapkan itu bukan secara keseluruhan, tapi hanya untuk yang ODP saja, misalnya yang ada riwayat dari luar negeri, atau ada yang memiliki gejala itu (virus Corona), dan lainnya, ini yang akan dikumpulkan secara massal untuk dilakukan Rapid Test”, kunci kepada media.

Dengan meningkatnya serangan pandemi covid-19 di Sulsel terutama di Makassar, dalam tiga hari terakhir kota ini mulai sepi.

Dua hari lalu semua tripika kecamatan turun ke tempat-tempat keramaian termasuk warkop, menghimbau masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing bila tidak ada urusan yang penting dan mendesak.

Bahkan masyarakat diancam hukuman berat bila tetap datang berkerumun pada satu titik tertentu. Bahkan pesta pernikahan pun mulai dibatasi agar jangan menjadi tempat berkumpul.

Salah satu pesta nikah di Claro tiga hari lalu bahkan sangat sepi dari tamu undangan yang datang.

Bahkan hampir semua warkop pun di Makassar ditutup tak menerima pengunjung. Hal itu juga karena pengunjungnya dihalau aparat keamanan. Ada dua macam ketakutan orang untuk tida berani datang ke tempat ramai, pertama karena takut virus corona, kedua, karena takut hukuman pidana atas larangan berkumpul. Jadinya, kota Makassar jadi sepi, nyaris seperti kota mati, terutama pada malam hari saat-saat memasuki area jam 20.00  Wita ke atas.

Penulis : (Arul)

Editor ; Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya