Usdar : Kudukung ki Makassar Lockdown, Tapi Jamin ki Warga Rp1 Juta per Orang

27 March 2020 13:02
Usdar : Kudukung ki Makassar Lockdown, Tapi Jamin ki Warga Rp1 Juta per Orang
Pimred BugisPos Usdar Nawawi.

BugisPos — Pernyataan Pj Walikota Makassar Dr. Iqbal Suhaeb yang mewacanakan kota Makassar lockdown, yang dapat berarti kota ini dikunci rapat tidak menerima orang dari luar Makassar, serta setiap orang tidak boleh keluar rumah selama menyebarnya Covid-19 di kota ini, mendapat tanggapan dari Pimred BugisPos Usdar Nawawi.

Kata Usdar di kantornya Jl.Skarda Makassar, wacana Pj Walikota ini sangat baik, namun tentu dengan konsekuensi Pemkot Makassar harus dapat menjamin kelangsungan hidup warga yang jumlahnya sekitar 1,6 juta jiwa.

Direktur Lsm Progress ini mengatakan, yang perlu dijamin hidupnya selama berlangsung lockdown, ialah mereka yang berpendapatan harian, juga pengangguran, yang idealnya Rp1 juta per orang per bulan.

Yang berpendapatan bulanan mendapatkan suplai bahan makanan yang cukup.

Penyemprotan cairan disinfektan di tiap rumah warga dilakukan Pemkot Makassar sekali dalam dua hari.

Pandangan Usdar Nawawi yang juga Pimred Koran Inspirasi Rakyat dan Pemimpin Umum majalah Suar Indonesia ini, Pemkot Makassar yakin mampu mengatasi biaya sosial ini dengan menggunakan PAD Makassar Rp1 triliun dari Rp1,6 triliun APBD. Dan tentu saja mesti ada dana APBD tambahan dari Pemprov Sulsel dan dana APBN.

Selain itu, kata Usdar, Pj Walikota juga baiknya dapat memotong dana penghasilan tambahan dari jajaran pejabat Pemkot Makassar.

Seperti dialami di Makassar, wabah virus corona makin mengganas di Sulsel, khususnya di Kota Makassar. Update Covid-19 hingga Kamis hari ini, tercatat peningkatan pasien positif yang mengagetkan, angkanya hampir 100 persen dari kemarin.

“Jumlah di Sulsel mengalami peningkatan hingga totalnya 27 orang,” ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto di Jakarta, Kamis, 26/3/20.

Dari 27 itu, 11 di antaranya berada di Makassar.

“Makassar sudah darurat corona,” ujar Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb.

Karena itu, kata Iqbal, Makassar mulai mewacanakan lockdown parsial untuk mengunci pergerakan virus mematikan ini. Meski begitu, lockdown parsial ini tetap akan dikomunikasikan dengan Pemprov Sulsel, mengingat Makassar sebagai ibukota Sulsel.

Sebelumnya, Walikota Tegal sudah lebih dulu memutuskan untuk lockdown di daerahnya.

Lockdown mulai berlaku tanggal 30 Maret hingga 30 Juli mendatang.

Seluruh akses di perbatasan wilayah di Tegal akan dikunci dan ditutup menggunakan beton .

Penulis : (azis)

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya