dr Joni Wahyudi : Ada tonji Kelemahan Covid-19

30 March 2020 11:12
dr Joni Wahyudi : Ada tonji Kelemahan Covid-19
dr Joni Wahyuhadi

BugisPos – Wabah Wirus Corona atau Covid-19 kini sedang melanda Indonesia bersama sekitar 190 negara lainnya di dunia. Hal ini menjadi momok sangat menakutkan bagi setiap orang di dunia, termasuk bagi ratusan juta jiwa di Indonesia.

Sedemikian bahayanya virus ini, hingga membuat pemerintah Indonesia menjadi fokus bekerja untuk memutus mata rantai penyevaran Covid-19 ini, meskipun belum sampai pada keputusan negara berstatus lockdown. 

Sebetulnya, Covid-19 bisa saja dihindari dan diputus mata rantai penyebarannya, apabila ada langkah pergerakan yang efektif di masyarakat. Pergerakan yang memanfaatkan kelemahan virus yang sudah banyak mengambil nyawa manusia ini.

Dokter sekaligus Komandan Gugus Penanganan virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, mengungkapkan kelemahan virus corona itu.

Menurut dr Joni, daya tahan Covid-19 ini lemah bila berada di area suhu panas.

“Virus ini kalau di daerah panas daya tahannya kurang. Tapi kita tidak boleh lengah meski Indonesia daerah tropis. Kita mesti tetap waspada,” kata dr Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, seperti dilansir dari Detik, Sabtu, 28/3/20. 

Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Social distancing bisa menekan angka OPD hingga 40 persen,” ujar dr Joni.

 “Jadi meski corona daya tahannya kurang bila terkena panas, masyarakat harus tetap social distancing,” sambungnya.

Dokter Joni mengungkapkan, sekitar 80 persen yang positif Corona saat ini tidak mengalami gejala Covid-19 pada umumnya.

Namun, kata Joni, virus tersebut bisa ditularkan di dalam ruangan, juga di mobil.

“Apalagi ada AC dan ruangannya sempit, saat kita tidak tahu ada yang positif tanpa menunjukkan gejala apapun, itu bahaya, daya tularnya cepat sekali,” terangnya.

Ia pun mencontohkan Italia sebagai salah satu negara yang warganya kurang patuh terhadap upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona. Terlebih, kata Joni, suhu di negara tersebut dingin.

“Di Italia mengapa angkanya sangat cepat, karena suhu di sana dingin, lalu warganya tidak patuh,” katanya.

Lanjut dr Joni, virus ini memang awalnya dari percikan lalu menempel di tubuh kita maupun benda di sekitar kita.

“Akhirnya ketika tidak waspada bisa berbahaya,” ujarnya (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya