Pasar Senggol di Lockdown, Pedagang di Smackdown ki

01 April 2020 22:04
Pasar Senggol di Lockdown, Pedagang di Smackdown ki
Surat Edaran Direksi PD. Pasar Makassar Raya ini membuat para pedagang serta pekerja di Pasar Senggol Sambung Jawa terasa dibanting, karena mereka tidak dapat lagi mencari nafkah.

BugisPos – Berdasarkan Surat Edaran Direksi PD. Pasar nomor 511.2/161/PD.PSR/III/2020, tertanggal 23 Maret 2020 yang ditandatangani Direktur Utama PD. Pasar Makassar Raya Basdir, SE yang isinya tentang penutupan operasional Pasar Senggol Sambung Jawa hingga tanggal 31 Maret 2020, ditaati oleh para pedagang Pasar Senggol Sambung Jawa demi memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19.

Walaupun mereka tahu, penutupan ini, otomatis memutus mata pencaharian mereka, akan tetapi demi mengikuti instruksi pemerintah mereka tetap menaati.

Namun hingga tanggal 01 April 2020 ini, alih-alih pasar dibuka, malah terbit Surat Edaran baru dengan nomor: 511.2/183/PD.PSR/III/2020 tentang lanjutan penutupan Pasar Senggol Sambung Jawa hingga waktu yang tidak ditentukan.

Surat Edaran Direksi PD. Pasar Makassar Raya ini membuat para pedagang serta pekerja di Pasar Senggol Sambung Jawa terasa dibanting, karena mereka tidak dapat lagi mencari nafkah.

Menurut para pedagang dan pekerja yang mencari nafkah di Pasar Senggol Sambung Jawa, menganggap bahwa perpanjangan penutupan ini seperti ingin membunuh mereka.

“Sudah mi di lockdown sampai tanggal 31 Maret 2020, sekarang diperpanjangki lagi, kah mau maki ini di smackdown, kodong !,” keluh salah seorang pedagang ketika dihubungi BugisPos pada Rabu (01/4/2020).

Disisi lain, Pemerintah Kota Makassar masih membiarkan sejumlah toko-toko besar untuk beroperasi. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan di mata para pedagang Pasar Senggol Sambung Jawa.

“Bintang, Alaska, Indo Mode, Grand Mode masih buka ji semua dan dipadati ji pembeli, kenapa tidak di lockdown tongki, kenapa kita ji kodong,” protesnya.

“Pemerintah harus serius melihat ini, masalahnya, ini ji tempatku kodong cari nafkah. Apami na makan anak istriku kalau begini caranya,” tandasnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat yang sama Ketua Asosiasi Pasar Senggol Sambung Jawa Asri Jaya berkomentar apabila penutupan diperpanjang maka bagaimana nasib mereka.

“Kira-kira apa dimakan kalau begini sudah 9 hari pasar senggol tertutup,” tukas Asri Jaya.

“Pasar Senggolkan ruangan terbuka dan lewat mi juga yang waktu ditentukan pada PD. Pasar 31 maret, masa Grand Mode, Indo mode, Alaska ruangan tertutup tetapi masih terbuka,” timpal Edhy selaku pedagang pasar senggol.

“Maunya Pemerintah Kota Makassar harus juga menutup bagian-bagian usaha besar seperti Alaska, Bintang, Indo Mode dan Top Mode”, tambah Edhy.

“Pasar Senggol di lockdown, pedagang Pasar Senggol di smackdown ki kodong,” kuncinya.

Penulis : Adhy/Syahrul

Editor ; One

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya