Mayat Corona tak Diserahkan ke Keluarga, Banjir Air Mata mi Stella Maris

05 April 2020 13:25
Mayat Corona tak Diserahkan ke Keluarga, Banjir Air Mata mi Stella Maris
Keluarga mayat terjangkit virus corona mengakuk di depan RS Stella Maris Jl. Pengibur Makassar, Sabtu, 4/4/20.

BugisPos – Siapapun boleh sedih, bahkan mengamuk, bila keluarga kesayangan mereka meninggal, tapi tak diperbolehkan menangani pemakamannya. Hati siapa yang takkan merasa sakit dan remuk. Itulah fakta yang harus diterima, demi menjaga orang banyak agar tak ikut terjangkit virus corona.

Seorang pasien terjangkit Covid-19, lelaki berusia 63 tahun, warga Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso. Istilah kedokterannya, pria tersebut PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Virus Corona, meninggal, Sabtu, 4/4/20 di RS Stella Maris Jl.Penghibur/Jl.Datu Museng, Makassar. 

Pihak keluarga almarhum berkeras mengambil mayat itu untuk menguburkannya sendiri. Mereka menolak disebut almarhun terjangkit Corona, mereka meyakini almarhun meninggal karena diabetes. Mereka histeris dan menangis di depan Stella Maris. 

Tetapi karena harus ditangani sesui protokol Covid-19, maka aparat keamanan pun turun mengamankan protes yang berlangsung heboh itu. Keluarga melarang keras dan ngamuk-ngamuk agar mayat tak dinaikkan ke ambulans petugas. Tapi petugas cukup taktis menjalankan protokeler penanganan korban virus corona. Dan mayat pun dilarikan ke pemakaman.

Sumber BugisPos mengatakan, insiden penolakan tersebut terjadi pada Sabtu (4/4/2020) pagi. Namun tim gugus COVID-19 berhasil membawa jenazah untuk dimakamkan sesuai SOP pemakaman pasien PDP.

Awalnya memang keluarga protes, tapi setelah perwakilan Tim Gugus memberi penjelasan terkait standar keamanan proses pemakaman jenazah berstatus PDP, pihak keluarganya akhirnya dapat menerima dengan lapang dada.

“Pihak keluarganya sudah ikhlas setelah diberi penjelasan Tim Gugus. Mereka juga disiapkan satu unit ambulans untuk dibawa melihat proses pemakaman keluarganya di wilayah Samata, Kabupaten Gowa,” kata Kasi Humas Polsek Ujung Pandang, Bripka Suwandhi.

Dikatakan, proses pengantaran jenazah ke lokasi pemakaman dikawal ketat oleh personel TNI-Polri. Jenazah dimakamkan pada pukul 11.30 Wita tadi.

“Sekitar pukul 09.40 Wita, 1 pleton Raider 700 stay depan pintu IGD Stella Maris, sebagai langkah antisipasi keluarga korban yang tidak menerima bahwa jenazah meninggal karena COVID-19,” kata Suwandhi (*/Zhoelfikar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya