Ini mi Hasil Rapat Forkopimda Sulsel Soal Corona

09 April 2020 19:47
Ini mi Hasil Rapat Forkopimda Sulsel Soal Corona
Forkopimda Sulsel mengadakan rapat dipimpin gubernur Nurdin Abdullah, Kamis, 9/4/20 di Hotel Four Point By Sheraton Makassar

BugisPos — Dengan keluarnya Kepres No. 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, Forkopimda Sulsel mengadakan rapat dipimpin gubernur Nurdin Abdullah, Kamis, 9/4/20 di Hotel Four Point By Sheraton Makassar. Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel ini terkait penanganan dan pencegahan Covid 19, dan rencana pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Makassar sebagai Zona Merah. l

Rapat ini dihadiri :

1.Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E. (Pangdam XIV/Hsn)

2.Masda TNI Donny Ermawan T,. M.D.S. (Pangkops AU II)

3.Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe, SH,. MH (Kapolda Sulsel)

4.Brigjen TNI Wing Handoko (Kabinda Prov. Sulsel)

5.Dr. Firdaus Dewilmar, SH. MH (Kajati Prov. Sulsel)

6.Iqbal Samad Suhaeb (Pj. Walikota Makassar)

7.Kol. Ardhi S (Asops Danlantamal VI)

8.Andi Ina Kartika Sari (Ketua DPRD Prov. Sulsel)

9.Kombes Hambali (Kabidkum Polda Sulsel)

10.Dr. Asriady Sulaiman (KA Kesbangpol Prov. Sulsel)

Hasil rapatnya berikut ini :

1. Berdasarkan data pantauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sulsel pertanggal 8/4/20, mencapai 2420 ODP, 306 PDP dan 122 Positif.

2. Analisa Badan Intelijen Negara dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, prediksikan Puncak Epidemik, terjadi peningkatan

jumlah kasus sekitar 2,614 pada 19 Mei 2020.

3. Untuk mengantisipasi puncak pandemi pada pertengahan Mei 2020, kepada Pemprov Sulsel diperlukan langkah yang jelas dan pencegahan penyebaran penanganan COVID-19 ini, dengan kata lain sudah punya cara memutus untuk melakukan ketepatan dan percepatan memutus mata rantai virus corona.

4. Penguatan pada pemutusan mata rantai penularan menjadi bagian yang sangat penting dengan melakukan:

a. Pembatasan pekerja untuk masuk kerja (termasuk pekerja swasta, toko); rumah makan, restoran, dan kafe diperbolehkan beroperasi dengan hanya menerima take-away dan tidak makan di lokasi:

1). Pembatasan kegiatan kunjungan rumah (guru private, acara agama) Kegiatan agama, seni, hiburan dan penjual yang mengumpulkan orang agar lebih diperketat.

2). Memperbanyak aksi bersama lintas aparat (Satpol PP-Polisi-TNI)  untuk membubarkan kerumunan dan menegur restoran/toko/kafe yang tidak disiplin dalam menjalankan physical distancing:

– Kampanye menggunakan Masker kain oleh masyarakat.

– Pembagian hand sanitizer/sabun dan masker di pusat massa (mesjid raya /perbatasan/simpang jalan utama).

– Pemeriksaan rapid test dengan terobosan drive-thru diperbatasan kota/pintu keluar masuk kota.

5. Penguatan tetap dilakukan pada fasilitas kesehatan dalam penanganan OPD, PDP dan pasien positif.

6. Segera dilaksanakan kajian mengenai penerapan PSBB di Sulsel, yaitu wilayah-wilayah mana saja yang dapat diterapkan PSBD,

serta dampak kepada sosial ekonominya kepada masyarakat. Jika PSBB diterapkan, maka hal penting yang harus dipertimbangkan adalah hal-hal yang terkait dengan ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, ketersediaan anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial untuk rakyat terdampak, dan aspek keamanan. Kajian ini agar diselesaikan dalam waktu secepat mungkin, sehingga dapat menjadi kejelasan bagi masyarakat.

7. Untuk mencegah kepanikan di masyarakat, perlu disosialisasikan dengan baik bahwa dengan berlakunya PSBB, penyelenggaraan fasilitas dan layanan penting untuk masyarakat tetap berjalan seperti biasa, antara lain supermarket/pasar untuk penyediaan kebutuhan pokok dan pangan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, dan fasilitas umum untuk pelayanan yang penting.

8. Perlunya ada pendataan ke masyarakat yang paling terdampak dari PSBB dan kebijakan Pemerintah lainnya terkait penanganan Covid-19, seperti pekerja informal, mahasiswa yang tidak dapat pulang ke daerah asalnya, dan para pedagang yang berpenghasilan harian. Kita harus menggunakan seluruh unsur pemerintahan dari RT/RW, desa, kelurahan hingga provinsi untuk menyiapkan data masyarakat yang membutuhkan bantuan.

9. Mengantisipasi dan pencegahan Pandemik Wabah Covid-19 dengan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama RI No. 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Pandemik Wabah Covid-19:

a. Pelaksanaan ibadah dan kegiatan di masjid, seperti tarawih, tadar dan buka puasa bersama, pesantren kilat, dan lainnya untuk dapat dilaksanakan di rumah masing-masing atau dengan bantuan media teknologi.

b. Bupati dan Walikota agar memantau dengan ketat agar tidak ada kegiatan yang mengumpulkan massa/menyebabkan keramaian, seperti takbir keliling, sahur on the road, dan kegiatan-kegiatan pengumpulan massa lainnya.

c. Pelaksanaan pengumpulan zakat untuk dilaksanakan dengan minimal kontak langsung seperti dengan cara penjemputan atau transfer perbankan. Penyaluran zakat harus dilaksanakan dengan cara baik dan tidak menggunakan metode kupon karena berpotensi menimbulkan berkumpulnya kerumunan massa.

d. Gugus Tugas segera melaksanakan koordinasi dengan FKUB dan MUI Sulsel agar himbauan dapat disosialisasikan ke ulama dan masjid-masjid di Sulsel.

10. Memerintahkan kepada Pj. Walikota Makassar, Bupati Gowa, Bupati Maros dan Buapti Takalar untuk meningkatkan himbauan kepada masyarakat senantiasa melaksanakan Social dan Physical Distance selama Bulan Suci Ramadhan utamanya pelaksanaan Shalat Tarwih, melihat Kawasan Mamminasata memiliki pasien positif COVID 19 semakin hari jumlahnya semakin bertambah.

11. Mensosialisasikan ke para petani dan nelayan untuk melaksanakan kegiatannya tapi tetap memperhatikan physical distancing. Memberikan dukungan ke para petani/nelayan untuk tetap bekerja untuk dapat memproduksi pangan. Dalam masa yang tak menentu ini, kita perlu memikirkan bahwa kebutuhan pangan kita cukup untuk mensupport provinsi lain di Indonesia.

Keputusan rapat ini returns untuk mengantisipasi pekembangan kondisi wilayah menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1441 H/2020 masehi (fikar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya