Pj Walikota : Beberapa Pemukiman Mau mi Diisolasi

05 June 2020 12:17
Pj Walikota : Beberapa Pemukiman Mau mi Diisolasi
Iqbal Suhaeb 

BugisPos – Mulai hari ini, Minggu 12 April 2020, Pemkot Makassar mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di empat kecamatan yang dinilai memiliki cukup tinggi angka  penularan virus corona atau Covid-19.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan rapat bersama dengan gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sabtu, 11/4/20.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pemberlakuan PSBK di 4 kecamatan ini, bukanlah keputusan yang diambil secara sporadis dan tiba-tiba.

Iqbal menegaskan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil survei dan analisis dari data-data yang ada.

Kata Iqbal, hasil analisis tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas) soal kondisi penyebaran Covid-19 di Makassar telah memberikan referensi, bagaimana jika hal ini dibiarkan dan bagaimana jika ada intervensi.

“Dari situ, diputuskan ada intervensi agar pemutusan penyebaran Covid-19 ini bisa dilakukan lebih cepat.

Di wilayah ini (4 kecamatan) akan diterapkan (PSBK) secara ketat, bertahap mulai besok. Kenapa? karena sekarang transmisi lokal yang banyak,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, transmisi lokal ini disebabkan adanya kontak antar masyarakat.

Olehnya itu, kata dia, tidak ada cara lain untuk mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar selain menerapkan physical distancing secara ketat.

“Beberapa pemukiman akan dilakukan isolasi, tidak menerima tamu dari luar wilayah tersebut. Peran RT/RW akan dimaksimalkan, dan patroli-patroli akan ditingkatkan dengan melibatkan personel Polres dan Kodim,” pungkasnya.

4 Kecamatan ini merupakan wilayah yang memiliki angka kasus Covid-19 tertinggi di Kota Makassar. Yakni: Rappocini (ODP 135, PDP 18, 19 positif); Tamalate (44 ODP, 19 PDP, 130 positif); Panakkukang (52 ODP, 23 PDP, 10); dan Manggala (56 ODP, 15 PDP, 8 positif).

Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, pembatasan sosial di daerah-daerah episentrum penularan Covid-19 yang dilakukan di Kota Makassar ini bukan berskala besar (PSBB), melainkan berskala kecil (Pembatasan Sosial Berskala Kecil/PSBK)

“Pemetaan sudah selesai dilakukan, dan langkah konkret akan kita ambil di daerah-daerah episentrum penularan. Disitu nanti akan pasti kita bicara soal logistik, pengamanan.

Tapi intinya kita akan berikan kewenangan kepada RT/RW. jadi bukan PSBB tapi berskala kecil (PSBK),” ujarnya.

“Sekarang ujung tombak terdepan kita adalah RT/RW, dia lebih tahu warganya. Dan wilayah tidak besar, paling maksimal 150 KK. kedua, lurah camat, mereka harus betul-betul bahu membahu. Kita betul-betul harus ketat, tidak bisa lagi kita hanya mengimbau,” tegas gubernur .

Perihal apakah penerapan PSBK di 4 kecamatan ini bakal diikuti dengan pemberlakuan jam malam, Nurdin mengatakan hal itu akan diatur secara teknis.

“Pemberlakuan jam malam akan diatur secara teknis. kalau RT/RW sudah mulai bekerja, pasti mereka akan berlakukan. Besok kita lihat seperti apa actionnya. Gugus tugas provinsi mensupport penuh gugus tugas Kota Makassar.

Langkah akhir, kalau ini belum berhasil, akan kita mulai persiapkan usulan ke Kemenkes untuk PSBB,” kata gubernur.

Nurdin menambahkan, Pemprov Sulsel juga menyiapkan Gedung Balai Diklat Provinsi Sulsel untuk dijadikan tempat isolasi bagi warga yang berstatus ODP dan PDP (bergejala).

Tempat isolasi ini, kata dia, disiapkan karena berdasarkan hasil identifikasi di daerah-daerah sumber penularan, salah satu yang menjadi penyebabnya adalah banyak masyarakat yang tinggal bersama dan tidak memiliki kamar.

“Sebelum kita lakukan langkah disana, kita mulai mengidentifikasi. Kan disana itu sumber penularan. Kenapa? Banyak masyarakat yang tinggal bersama tidak ada kamar.

Jadi yang pasien positif tidak akan mungkin dilakukan isolasi mandiri. Dia akan tetap berbaur.

Makanya kasus-kasus seperti ini kita siapkan Balai Pelatihan (Diklat) Pemprov sebagai tempat isolasi,” jelasnya.

Penulis : (Zhoelfikar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya