HTTP Status[404] Errno [0]

Oleh : Rahman Rumaday (Penggiat Sosial)

Bagaimana ki Antara Sembako Pemerintah dan Sembako Masyarakat Dermawan ?

14 April 2020 00:30
Bagaimana ki Antara Sembako Pemerintah dan Sembako Masyarakat Dermawan ?
Bagaimana ki Antara Sembako Pemerintah dan Sembako Masyarakat Dermawan ?

BugisPos — Bencana Corona mengetuk pintu hati manusia yang memiliki empati yang hadir dari hati kecilnya untuk bertawun kepada sesama tanpa mengenal ras, agama, suku, dan berasal dari daerah mana yang ada adalah aku kamu kita semua sama. Terbukti dengan bantuan yang mengalir secara suka rela dari masyarakat tanpa menunggu aba-aba atau sempritan komando dari pemerintah saling bahu membahu yang punya kecukupan memberikan kepada yang hanya bisa bantu dengan tenaga saja untuk kemudian dteruskan kepada saudaranya yang lain yang sangat membutuhkan. Ini yang seharusnya adalah tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap saat rakyatnya apakah mereka aman makanannya, aman pendidikannya, aman kesehatannya, aman terhadap keamanan diri dan tempat tinggal dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana tujuan hadirnya Negara sebagaimana terdapat dalam amanat konstitusi bahwa Tujuan Negara Republik Indonesia adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum,Mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

Mengutip Prof Jimly Asshiddiqie (2009), konsensus yang menjamin tegaknya pilar konstitusionalisme di zaman modern bersandar pada tiga konsensus: (1) kesepakatan tentang tujuan atau cita-cita bersama; (2) kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan negara (the basis of government); dan (3) kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedur-prosedur ketatanegaraan.

Lalu kenapa ada sembako pemerintah dan sembako dermawan? Kalau kita mengacu pada tujuan Negara tersebut diatas mestinya tidak ada lagi yang namanya sembako dermawan yang sembako pemerintah, dan kalaupun ada dua-duanya karna agama menganjurkan demikian bahwa dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (Al-Mâidah :2) dan juga terdapat dalam salah satu pilar bernegara kita yakni Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetap satu jua. Namun yang diharapkan seharusnya adalah dalam kondisi apapun Negara ini bukan masyarakat yang paling terdepan tapi pemerintah sebagai pemegang mandat untuk mengendalikan dan melindungi segenap rakyat indonseia. Dalam hal pembagian sembako jangan sampai masyarakat dermawan mendahului kewajiban pemerintah untuk memberikan kepada masyarakat itu sendiri.

Lebih sulit mana sembako pemerintah apa sembako dermawan? Nah pertanyaan ini yang menjadi polemik ditengah masyarakat akhir-akhir ini sejak muncul yang namanya sembako. Lalu apa yang membuat sulit di antara kedua label sembako itu? Masyarakat kemudia membandingkan bahwa tiba-tiba ada yang datang langsung ke rumah memberikan sembako tanpa harus minta atau merepotkan diri keluar mencari informasi dimana untuk bisa mendapatkan sembako. Itulah sembako para masyarakat dermawan.

Lalu bagaimana dengan sembako pemerintah apakah semudah sembako para masyarakat dermawan?

Seharusnya lebih mudah dari itu karena fungsi utama yang harus dijalankan oleh pemerintah tanpa memandang tingkatannya, adalah fungsi pelayan masyarakat. akan tetapi pada kenyataannya masyakat merasa sangat sulit untuk mendapatkan bagaimana tidak pemerintah dengan prosudur yang dibuatnya membuat masyarakat makin sulit untuk mendapatkan haknya :

1. Untuk mendapatkan sembako masyarakat diminta hubungi no telepon yang disebarkan ke public

2. Masyarakat diminta datang ke salah satu dinas menangani bagian itu untuk mengisi formulir.

3. Masyarakat diminta datang ke salah satu titik tertentu yang sudah ditentukan untuk mendapatkan sembako.

Itupun belum tentu mereka dapatkan jam atau hari itu juga harus antri berjam-jam baru bisa dapat atau tidak. Jadi lebih mudah mana sembako pemerintah atau sembako para masyarakat dermawan, tentu jawabannya sembako para masyarakat dermawan.

Lalu apakah pembagian sembako menyelesaikan masalah? kita semua pasti sepakat bahwa iya menyelesaikan masalah dalam kondisi saat ini. Akan tetapi disisi lain memunculkan masalah baru, dengan prosudur yang dibuat seperti itu otomatis masyarkat akan berlomba-lomba datang ke titik-titik yang sudah di tentukan untuk mendapatkan sembako, lalu apakah ada jaminan masyarakat yang datang steril dari ODP atau sejenisnya? Bukannya mempersempit ruang penyebaran malah memperluas ruang itu. Sadar atau tidak pemerintah sudah melanggar aturan yang dibuat sendiri terkait dengan penerapan social distancing, yakni seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, dan membatasi kunjungan ke tempat ramai.

Seharusnya kalau pemerintah berniat membantu masyarakat buatlah tim khusus perwilayah berdasarkan sebaran atau sasaran yang menjadi target program tersebut. Dan tim ini dapat memfungsikan RT/RW untuk membantunya karena mereka lah yang tau dan mengerti tentang kondisi masyarakatnya dan ini mempersempit ruang gerak kerumunan masyarakat untuk untuk berkumpul dalam skala besar. Lalu berikutnya pemerintah lewat dinas terkait membuat himbauan atau semacam jargon “warga tetap di rumah kami yang datangi rumah kalian” sebagaimana sembako para masyarakat dermawan bahwa masyarakat tidak perlu repot keluar dan juga tidak menimbulkan masalah baru dan yang terpenting mengikuti aturan terkait social distancing.

Yang ditakutkan bukan virus coronanya tapi yang takutkan adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya. (Kata seorang warga)

Mengutip sebuah perkataan bahwa “kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik.”

Kalau rumah kebakaran, kamu harus belakangan menyelamatkan diri. Kalau musuh datang menyerang, kamu harus berdiri paling depan untuk menyongsongnya. Kalau panen melimpah, kamu harus belakangan makan. Itulah Pemimpin. (Emha Ainun Nadjib)

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya