HTTP Status[404] Errno [0]

Panra’mi Tauwwa, Puluhan Ribu Warga Tidak Kebagian Sembako Pemkot

24 April 2020 13:51
Panra’mi Tauwwa, Puluhan Ribu Warga Tidak Kebagian Sembako Pemkot
Pj Walikota Iqbal Suhaeb meninjua gudang penyimpanan sembako

BugisPos — Puluhan ribu warga kota Makassar, mengeluh dan protes lantaran tidak kebagian sembako dari Pemkot Makassar. Hal itu terungkap saat Dinas Sosial kota Makassar membagikan sembako ke warga pada, Selasa, 21/4/20, ke warga.

Soal puluhan ribu warga yang tidak kebagian, itu pasti. Masalahnya, Pemkot Makassar hanya membagi sembako sebanyak 60.000 paket ke setiap kepala keluarga.

Akibatnya, puluhan ribu KK lainnya bertanya ke Dinsos Makassar, mengapa mereka tak mendapatkan sembako. Padahal mereka adalah sama-sama warga dan sama-sama terdampak Covid-19.

Diketahui jumlah warga Makassar 1,6 juta jiwa. Ambillah setengahnya adalah 800 ribu jumlah KK. Artinya, masih tersisa 740 ribu KK yang tak kebagian sembako, setelah ada 60 ribu kebagian sembako.

Taruhlah setengah dari 740 ribu KK adalah keluarga mampu yang tak butuh sembako, maka masih ada 370 ribu KK yang tak kebagian. Dari jumlah tersebut dikurangi lagi dengan jumlah PKH sekitar 30 ribu KK sehingga tersisa 340 ribu KK yang tidak kebagian sembako. Apakah hal ini tak akan menimbulkan masalah?

Sesua catatan di Dinsos Makassar, sudah ada 40 ribu warga yang menelpon. Mereka bertanya mengapa tak jebagian sembako.

“Ini pembagian sembako tidak merata, pemintah pilih kasih. Banyak sekali warga miskin maupun warga yang di-PHK akibat corona tidak dapat bantuan sembako.

Jelas kalau begini, warga akan mengabaikan anjuran pemerintah. Warga akan tetap keluar rumah cari makan, tidak perduli lagi aturan PSBB. Daripada mati kelaparan di dalam rumah,” kata Rukiah, warga Jl Sungai Saddang Baru, Kelurahan Ballaparang, Kota Makassar ketika dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Hal senada dikemukakan Daeng Nawing, warga Jl Banta-bantaeng, Kelurahan Bantaeng-bantaeng. Dirinya bersama seratusan warga di sekitarnya tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Pembagian sembako ini tidak adil dan merata. Banyak warga yang tidak dapat sembako untuk kebutuhan hidup. Warga pasti akan memilih keluar rumah cari makan, meski corona mengancam. Daripada kelaparan di dalam rumah, tidak perduli dengan imbauan PSBB di Makassar,” kata Nawing.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muchtar Tahir yang dikonfirmasi media mengakui bahwa banyak warga yang komplain tidak mendapatkan bantuan sembako.

Dalam sehari, pihaknya mendapatkan komplain 40.000 warga Makassar yang tidak mendapatkan bagian sembako.

“Komplain itu, ada yang menghubungi layanan hotline dan ada pula yang berkelompok datang. Saya sudah terima data baru 40.000 warga yang belum mendapatkan sembako. Sedangkan warga penerima sembako yang terdata hanya 60.000. Diperkirakan, ini data akan terus bertambah,” jelas Muchtar.

Muchtar menuturkan, pihaknya akan memilah-milah warga yang mendapatkan bantuan untuk menghindari pembagian bantuan sosial yang double. Di mana, jaminan sosial ada tiga yakni jaminan sosial dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

“Jadi warga yang terdata masuk di jaminan sosial dari pemerintah pusat berupa uang tunai Rp 600.000, tidak bisa lagi dapat bantuan sosial lainnya. Hanya satu bantuan untuk satu keluarga.

Ini kita masih pusing dan sibuk mencocokkan data, jangan sampai double lah,” katanya.

Muchtar mengimbau bagi warga yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut diminta untuk mengakses website infocorona. makassar.go.id, atau menghubungi call center 112 serta Hotline Dinas Kesehatan 0852 5587 5751, 0811 468 894. Sementara itu, terkait jaminan sosial disiapkan hotline dengan nomor 0821 5745 5351, 0821 5745 5350.

“Paket sembako tersebut sebagai upaya untuk memaksimalkan PSBB yang dilaksanakan pada 24 April hingga 7 Mei mendatang. Sembako akan digunakan dalam kebutuhan satu bulan, atau paling tidak mencukupi kebutuhan selama masa PSBB berlangsung,” kata Mukhtar Tahir.

Dikatakan, pihaknya mulai dulu ke saudara kita yang paling terdampak seperti yang berprofesi sebagai tukang becak, pemulung, yang mengalami PHK, yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sejenisnya.


Mukhtar memaparkan bahwa satu KK akan mendapat satu paket sembako, berisi :

  1. Beras 10 Kg
  2. Mie instan satu dos
  3. Gula pasir
  4. Minyak goreng
  5. Susu kaleng
  6. Sarden
  7. Sabun mandi
  8. Sabun cuci pakaian
  9. Pasta gigi
  10. Sabun cuci piring.


“Bahkan mie instannya juga tidak sama di daerah lain yang hanya 10 bungkus. Kita kasih satu dos langsung,” tutur Mukhtar.


Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran sembako dilaksanakan secara bertahap dan akan didistribusikan langsung ke lokasi domisili penerima. Warga tak diperkenankan mengambil langsung sembako untuk menghindari kerumunan.


Sementara, Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengimbau, data penerima harus memiliki alamat yang akurat, serta dilengkapi nomor kontak sehingga bisa dihubungi petugas.


“Makanya data penerima harus valid sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran. Proses distribusinya juga harus diatur agar tidak ada penumpukan warga,” tutur Iqbal.


Iqbal juga menegaskan bahwa penerima bantuan sembako akan diprioritaskan bagi warga yang terdampak dengan berbagai kategori prioritas. Diketahui, sebanyak 60 ribu paket sembako Akan disalurkan Pemkot Makassar.


“Utamakan dulu yang paling terdampak, seperti saudara-saudara kita yang kurang mampu, kategori miskin, yang terkena pemutusan hubungan kerja imbas dari pandemi ini,” tandasnya.

Penulis : (Zhoel)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya