HTTP Status[404] Errno [0]

Pemkab Bulukumba Alokasikan ki Rp.2 M Untuk Pelaku UMK

01 May 2020 13:52
Pemkab Bulukumba Alokasikan ki Rp.2 M Untuk Pelaku UMK

BugisPos.- Sebagaimana diketahui dalam rangka menanggulangi dampak Covid-19 khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil ( UMK ). Pemerintah Kab. Bulukumba melalui Dinas Koperasi dan UKM mengalokasikan anggaran sebesar Rp.2 Miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bulukumba Taufik, SH kepada media ini, Jumat (1/5) menyampaikan, dari dana Rp.2 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba, Rp.1,95 Miliar akan disalurkan kepada pelaku UMK yang terdampak Covid-19. Sedangkan Rp.50 Juta untuk Biaya Operasional dalam rangka pendataan dan verifikasi oleh Tim.

Taufiq menambahkan, Tim telah melakukan pendataan di seluruh Kelurahan/Desa se Kab. Bulukumba yang dimulai sejak tanggal 22 April 2020 dan batas akhir penyelesaian dan penyampaian data pada Senin 4 Mei 2020.

Selanjutnya, kata mantan Kadis Pariwisata ini, akan dilakukan verifikasi berkas kelengkapan dan kesesuaian kriteria dan persyaratan usaha sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku.

” Perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran ditengah masyarakat bahwa pelaksanaan pendataan, dimaksudkan untuk memperoleh data yang akurat dari desa/kelurahan terkait kondisi obyektif UMK yang betul-betul terdampak Covid-19,” sebut Taufiq.

Nah katanya, untuk mengetahui tingkat keterdampakan usaha, telah disiapkan instrumen pendataan yang jika diisi dengan benar, maka akan langsung terbaca diketahui oleh Tim. ” Namun untuk lebih meyakinkan kondisi obyektif kebenaran data dimaksud, maka akan dilakukan verifikasi faktual di lapangan,” tandasnya.

Dengan demikian, sambung Taufik, pihaknya berharap bahwa melalui metode itu pemberian bantuan akan tepat sasaran, tidak melenceng kepada penerima yang tidak memenuhi persyaratan.

Sekadar diketahui pula bahwa target sasaran pemberian bantuan dari jumlah dana yang disiapkan oleh Pemkab Bulukumba sebesar Rp.1.950.000.000.- adalah dengan asumsi jumlah UMK terdampak Covid-19 sebanyak 4.000 UMK yang tersebar di seluruh Desa/Kelurahan di sepuluh kecamatan se Kab. Bulukumba.

Dan proses pelaksanaan penyaluran bantuan ketika sudah ditetapkan calon penerimanya, akan dibayarkan melalui rekening bank atas nama masing-mading pemilik UMK.

Kemudian terkait adanya Issu pungli yang disinyalir dilakukan oleh oknum ASN di Kantor Kecamatan dan/atau Dinas Koperasi UKM Bulukumba, Taufik menjelaskan, bahwa jika pungli dilakukan terhadap dana bantuan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa hal tersebut tidak benar, karena sampai saat ini dana bantuan yang dimaksud belum disalurkan atau belum terealisasi, karena masih tahap pendataan.

” Dananya masih aman di Rekening Bendahara. Dan setiap saat saya ingatkan Staf kami agar tidak bermain-main, ini amanah yang diemban yang akan dipertanggungjawabkan dunia-akhirat. Kita harus kerja ikhlas di bulan suci Ramadhan ini dengan niat ibadah,” papar Taufik.

Oleh karena itu khusus staf Diskop UKM, lagi lagi Taufik menegaskan, Alhamdulillah sampai detik ini belum ada pengaduan dan dia berharap tidak ada hal-hal menyimpang yang terjadi dilapangan.

“Kalau terkait Izin Usaha Mikro Kecil ( IUMK ), itu menjadi kewenangan Kecamatan untuk menerbitkan dan idealnya proses sampai penerbitan IUMK di Kecamatan, tanpa bayaran alias gratis sesuai semangat yang terkandung dari pelimpahan kewenangan (Delegation of Authority), kepada Camat, yakni upaya mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada pelaku UMK.- (Suaedy)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya